LombokPost- Memperingati hari ulang tahun (HUT) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke 18, DPC Partai Gerindra Lombok Timur (Lotim), mengunjungi sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Dusun Kuang Sungkun, Desa Ekas Buana dan Dusun Semerang, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru.
"Aksi ini sebagai wujud nyata kepedulian partai Gerindra terhadap masyarakat yang tengah dilanda musibah banjir. Dan sebagai komitmen Gerindra untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi sulit," terang Sekrataris DPC Gerindra Lombok Timur Muhammad Yusri, Sabtu (7/2).
Yusri meminta masyarakat untuk tetap bersabar, tanah dan berprasangka baik atas ijin yang dihadapi. Mengingat banjir di dua dusun tersebut sudah berlangsung selam satu Minggu lebih.
Kehadirannya selaku wakil rakyat ini untuk melihat langsung kondisi masyarakat, serta memastikan kebutuhan dasar warga. Mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga sandang dan pangan tetap menjadi perhatian.
"Kehadiran kami dari Fraksi Gerindra tidak hanya sebatas memberikan bantuan sembako, tetapi juga untuk menyerap aspirasi dan memperjuangkan solusi jangka panjang agar permasalahan banjir dapat segera ditangani secara menyeluruh," terang Yusri, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Lotim.
Genangan air yang masih bertahan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan lingkungan, terutama bagi anak-anak dan bayi. Untuk itu, Fraksi Gerindra akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lotim yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Lotim dan instansi terkait, untuk mencari solusi cepat.
“Setelah kunjungan ini, kami akan mendorong pemerintah daerah agar segera mengambil langkah nyata demi keselamatan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Kuang Sungkun Wirkas Suandi menjelaskan, banjir telah terjadi sejak 23 Januari lalu, akibat intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya embung yang tidak mampu menampung debit air.
"Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Ketua DPRD Lorim bersama anggota, dan terima kasih atas bantuan sembako yang diberikan kepada warga kami yang terdampak," terangnya.
Kata dia, bantuan sembako bukan menjadi harapan utama masyarakat, melainkan solusi cepat atas bencana banjir yang mereka hadapi, sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
Sebanyak 56 kepala keluarga atau sekitar 197 jiwa terdampak di lokasi itu. Sebagian warga, terangnya, terpaksa mengungsi dan tinggal di tenda yang disiapkan oleh BPBD.
Editor : Akbar Sirinawa