Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

LPSDM NTB Gelar Lokakarya Kepemimpinan Sekolah Perempuan dalam Mengantisipasi Bencana

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 12 Februari 2026 | 05:15 WIB
Sejumlah pemateri saat memaparkan materi pada saat lokakarya kepemimpinan sekolah Perempuan
Sejumlah pemateri saat memaparkan materi pada saat lokakarya kepemimpinan sekolah Perempuan

Lombokpost- Lembaga Pengambangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) NTB menggelar lokakarya Kepemimpinan sekolah perempuan dalam mengantisipasi bencana. Kegiatan ini juga  menajdi penutup Program WAVES (Women’s School Leadership in Addressing Floods in Three Villages of East Lombok Regency).

"Ini menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan capaian perempuan desa dalam memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir terhadap ancaman banjir rob," terang Direktur LPSDM NTB Ririn Hayudiani, Rabu (11/2).

Program WAVES dilaksanakan sebagai upaya memperkuat ketahanan tiga desa pesisir di Lotim, yakni Desa Pijot, Desa Ketapang Raya, dan Desa Tanjung Luar, dengan menggunakan pendekatan Anticipatory Humanitarian Action (AHA) atau Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD). 

Kata dia, seiring berjalannya program, praktik baik kepemimpinan perempuan mulai terlihat nyata. Perempuan desa terlibat dalam mengelola informasi peringatan dini, memimpin koordinasi aksi sebelum banjir terjadi, serta memastikan kebutuhan kelompok rentan terakomodasi secara inklusif dan sensitif gender.

Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik-praktik baik kepemimpinan perempuan dalam kesiapsiagaan dan respon bencana dapat terdokumentasi, direplikasi, serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain yang menghadapi risiko serupa.  

"Lokakarya ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana yang efektif harus inklusif, berbasis komunitas, dan memberi ruang kepemimpinan bagi perempuan," katanya.

Baca Juga: Sari Yuliati, Legislator Perempuan Pertama Dapil NTB yang Menjabat Wakil Ketua DPR RI

Ririn menyebut di tiga desa ini, setiap bulan perempuan selalu menjadi korban ketika banjir rob terjadi. Akan tetapi melalui kegiatan ini diharapkan perempuan yang sebelumnya menjadi korban,  bisa menjadi aktor dalam merespons bencana banjir rob. 

Dengan pembelajaran dan praktek baik yang dilakukan di sekolah perempuan ini diharapkan bisa direfleksikan oleh pemerintah desa, pemerintah kabupaten, terutama bagaimana cara mengatasi dan penanganan ketika banjir terjadi.

"Dalam kegiatan ini, materi yang diberikan adalah bagaimana merespon peringatan dini banjir. Apa yang dilakukan masyarakat di tiga desa ini pada saat banjir rob. Sudah dilakukan kajian resiko, pemetaan sosial, melakukan analisis data, membaca informasi dari BMKG dan lainnya," tutup Ririn. 

Baca Juga: Agar Tak Jadi Korban Politik, Sekolah Perempuan Lotim Bedah Visi Misi Paslon Bupati 

Sementara Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi menilai kegiatan ini cukup bagus. Karena bencana tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah namun juga masyarakat. Untuk itu ia sangat mengapresiasi LPSDM yang juga menjadi mitra BPBD dalam pencegahan dan penanganan bencana di masyarakat. 

"Untuk bencana kami selalu meminta kepada desa, kecamatan dan komunitas agar melakukan mitigasi dengn melakukan pelatihan, Edukasi dan simulasi ," tutupnya. (par)

Editor : Redaksi Lombok Post
#pesisir #Banjir #Perempuan #Cuaca Ekstrem #banjir rob