Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramadan Jadi Ladang Berkah UMKM Selong Lapak Kuliner Ramai Dikunjungi Warga, Pedagang Siapkan Menu Andalan dan Bahan Baku Ekstra

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 4 Maret 2026 | 08:59 WIB

BAZAR UMKM: Rahmadiah, salah satu pelaku UMKM di Lombok Timur, menunggu pembeli di acara bazar UMKM di kantor camat Selong.
BAZAR UMKM: Rahmadiah, salah satu pelaku UMKM di Lombok Timur, menunggu pembeli di acara bazar UMKM di kantor camat Selong.

Lombokpost-Aroma rempah dan manisnya buah segar memenuhi udara sore di Selong. Menyapa setiap pengunjung yang datang untuk berburu takjil dan menikmati momen ngabuburit, sekaligus menjadi saksi hidupnya semangat pelaku UMKM memanfaatkan Ramadan sebagai ladang berkah.

Lapak UMKM berjejer di halaman kantor Camat Selong. Setiap sore, lapak-lapak ini ramai dikunjungi warga untuk mencari hidangan berbuka puasa, terutama dengan adanya tradisi ngabuburit yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat saat Ramadan.

Menjelang magrib, warga biasanya memanfaatkannya untuk jalan-jalan sekaligus berburu takjil dan kebutuhan makan sahur. Fenomena ini membawa berkah bagi pelaku UMKM di Lotim. Banyak lapak kuliner bermunculan, menyajikan aneka kuliner.

Salah satu pelaku UMKM, Rahmadiah, hampir setiap Ramadan tidak pernah absen berjualan.Momentum Ramadan diakui menjadi yang paling ditunggu-tunggu.

“Alhamdulillah, karena tiap Ramadan pembeli selalu meningkat. Saya juga tambah beberapa menu baru khusus berbuka supaya pelanggan tidak bosan,” beber Rahmadiah, Selasa (3/3).

Rahmadiah menyebut ayam laos tulang lunak menjadi menu favorit pembeli. Menu ini cukup terkenal dan membuat pembeli ketagihan hingga kembalMerosot

Saat melayani pembeli ,ia memilih sistem goreng dadakan. Cara ini menjaga cita rasa dan memastikan masakan tetap hangat saat dibawa pulang.

“Begitu ada pesanan kita langsung goreng, supaya tetap renyah dan hangat,” imbuhnya.

Untuk harganya, Rahmadiah tidak melakukan perubahan, sama seperti hari-hari sebelum Ramadan. Ini agar terjangkau semua kalangan dan kepercayaan pelanggan terjaga.

Yang berbeda, di Ramadan Rahmadiah tetap menambah stok bahan baku untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Hal ini berkaca pada Ramadan tahun sebelumnya, saa tpermintaan biasanya meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Setiap Ramadan pembeli selalu meningkat,” katanya.

Konsistensi rasa diakui menjadi kunci dagangannya selalu ramai. Banyak pelanggan lama kembali setiap tahun dan menjadikan ayamlaos buatannya menu wajib berbuka dan sahur.

Berkah Ramadan juga diarasakan pedagang es olahan buah, Lalu Sutrisno Sutrisno mengatakan, setiap Ramadan selalu kebanjiran pesanan. Ia sampai menambah stok bahan baku alpukat dan durian.

“Ramadan ini saya siapkan setengah kuintal alpukat dan durian, yang diambil langsung dari petani supaya kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.

Buah-buahan itu diolah menjadi es campur, es ketan durian, alpukat kocok,dan aneka minuman segar lain. Semua produk dibuat menggunakan bahan alami tanpa tambahan pemanis atau pewarna buatan, sehingga produknya tidak pernah sepi pembeli.

“Harapannya penjualan tahun ini bisa meningkat,”katanya. (*/r7)

Editor : Akbar Sirinawa
#UMKM #ramadan #Takjil #Kuliner #Lotim