Lombokpost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menyerahkan pengelolaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kepada empat desa di Lotim. Penyerahan Pamsimas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di desa penerima.
“Ada empat desa yang menerima program Pamsimas ini, yakni desa Kotaraja, Lendang Nangka Utara, Kalijaga Tengah dan Bagik payung Timur,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Rabu (11/3).
Ia menekankan desa yang menerima Program Pamsimas ini agar betul-betul di manfaatkan dengan baik dan dirawat, agar sarana tersebut bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama.
Selama ini ia melihat saran air bersih semacam ini, hanya dimanfaatkan dan dijaga pada awal-awal penyerahan. Namun ketika terjadi perubahan struktur kepemimpinan di desa sarana Pamsimas menjadi tidak terurus, bahkan tidak dimanfaatkan lagi.
“Sekarang tidak boleh seperti itu. Banyak sarana semacam ini, seperti di Desa Pijot, Desa Tanjung luar dan desa-desa lainnya, tidak dimanfaatkan. Tidak ada perawatan, tidak ada perhatian dari desa bersangkutan,” katanya.
Para Kades Penerima bantuan juga ditekankan untuk membuat struktur kepengurusan Pamsimas yang independen, sehingga msksi terjadi pergantian kepala desa sarana tersebut tidak terdampak, atau tetap terawat dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Selain struktur, Kades juga diharapkan membuat Peraturan Desa (Perdes) sebagai dasar hukum untuk menarik kontribusi keda masyarakat untuk pemeliharaan sarana.
“Banyak bantuan yang pernah kita dapat, bahkan lebih besar dari Pamsimas ini, tetapi ujung-ujungnya tidak terurus. Sekarang Pamsimas ini harus dijaga dan dirawat,” jelasnya.
Debit air Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pantai selatan, saat ini juga sudah mencapai 100 liter per detik. Namun Jumlah ini dikhawatirkan akan terjadi overload di Reservoar Kecamatan Jerowaru. Pasalnya Sambungan Rumah (SR) untuk pendistribusian masih sangat kurang.
Untuk mengantisipasi Overload SR atau saluran pendistribusian yang dibuat minimal 7 ribu SR. Diharapkan BWS bisa merencanakan kembali untuk memenuhi kebutuhan tersebut agar reservoar di kecamatan Jerowaru tidak overload.
“Kalau sudah melayani 7 ribu SR, Insyaallah akan normal antara yang masuk dengan yang keluar. Tetapi kalau kurang maka penampungannya akan overload,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lotim Achmad Dewanto Hadi menyampaikan bahwa program Pamsimas ini sudah ada sejak tahun 2014 lalu. Namun terdapat perbedaan pola penganggaran. Sebelumnya pembiayaan langsung dari APBN kepada Pemda. Namun beberapa tahun terakhir program ini dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui BWS.
“Sejak tahun 2014 program Pamsimas telah memberikan manfaat akses air minum layak kepada 144.310 jiwa dengan SR sebanyak 24 ribu lebih yang tersebar di 115 Desa,” terang Dewanto Hadi.
Dewanto meminta para pengelola maupun desa untuk memelihara aset tersebut agar tetap berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia menjanjikan bagi penerima Pamsimas yang bisa terus dikembangkan akan diberikan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Pada tahun 2025 sarana Pamsimas yang telah dibangun diantaranya dua unit sumur Bor, Tower Air 2 Unit, Bak reservoar 2 unit, SR sebanyak 416 dan jaringan distribusi sebanyak 10 kilo meter, itu tersebar di empat desa pendiam Pamsimas hari ini,” jelasnya.
Editor : Marthadi