Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perjuangan Lalu Abdul Fatah Meningkatkan Minat Baca Anak di Lombok Timur, Mengawali dari Kelas Menulis yang Hanya Diikuti Anak Tetangga dan Keponak

Supardi/Bapak Qila • Senin, 16 Maret 2026 | 18:34 WIB

 

PERPUSTAKAAN LEMBAH HIJAU: Lalu Abdul Fatah dua dari kiri saat menerima kunjungan dari Gol A Gong , Duta Baca Indonesia pada beberapa waktu lalu di Perpustakaan Lembah Hijau
PERPUSTAKAAN LEMBAH HIJAU: Lalu Abdul Fatah dua dari kiri saat menerima kunjungan dari Gol A Gong , Duta Baca Indonesia pada beberapa waktu lalu di Perpustakaan Lembah Hijau

Lombokpost-Lembah Hijau pernah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai di Lombok Timur (Lotim). Setelah lama sepi, tempat itu kembali hidup, bukan sebagai taman rekreasi, melainkan ruang literasi bagi masyarakat.

Lembah Hijau, nama ini sekitar 10 tahun lalu cukup dikenal di tengah masyarakat Lombok Timur (Lotim), bahkan se-pulau Lombok. Sebuah destinasi wisata yang rindang, asri, memiliki danau luas dan fasilitas lengkap. Namun tempat itu kini hanya tinggal kenangan dan cerita di masyarakat.

Berkat keuletan dan kegigihan seorang pemuda setempat, Lembah Hijau kini kembali dilirik masyarakat. Lembah Hijau kini bukan lagi wahana bermain air. Tempat itu berubah menjadi wisata edukasi. Lembah Hijau kini berubah menjadi perpustakaan yang dikenal dengan nama Perpustakaan Lembah Hijau. Perpustakaan ini digagas pemuda setempat, Lalu Abdul Fatah.

“Perpustakaan Lembah Hijau mulai dibuka aksesnya untuk publik per Juli 2023 lalu,” terang Pendiri Perpustakaan Lembah Hijau Abdul Fatah kepada Lombok Post, Minggu (15/3).

Diceritakan, perpustakaan ini pertama kali dibentuk dari banyaknya koleksi buku yang dimiliki, yang jumlahnya mencapai 400 eksemplar lebih. Buku-buku ini ia kumpulkan selama merantau di Surabaya sejak tahun 2007-2019.

Fatah ingin buku-buku koleksinya itu tidak hanya dibaca sendiri, tetapi bisa diakses orang banyak. Agar buku-buku itu tidak hanya disimpan, tetapi dibaca dan bermanfaat bagi orang lain serta mendorong minat baca masyarakat.

“Apalagi sebagai pembaca buku sejak kecil, saya mendapatkan banyak sekali manfaat dari kegemaran membaca, untuk akademik maupun karier saya,” terangnya.

Awal mendirikan tempat baca itu, Fatah tidak langsung mendirikan Perpustakaan Lembah Hijau. Ia memulainya dengan mendirikan Kelas Menulis Tepi Danau di Lembah Hijau pada November 2021 lalu.

Kelas menulis ini awalnya hanya diikuti anak-anak tetangga dan keponakannya yang saat itu berjumlah sekitar delapan orang. Kelas itu dibuka karena ia ingin berbagi ilmu menulis kreatif dengan anak-anak di sekitar tempat tinggalnya. Sejak 2014 ia telah berkecimpung sebagai pengajar penulisan kreatif untuk anak-anak dan remaja di Surabaya.

“Sebelum menulis diawali dengan kegiatan membaca dan bercerita. Kemudian buku-buku anak yang saya miliki dikeluarkan untuk dibaca. Baru kemudian menuangkan gagasan atau ide cerita ke dalam tulisan,” ungkapnya.

Kelas menulis ini dilakukan setiap hari Minggu pagi. Dari kelas itu kemudian terkumpul banyak tulisan. Pada Februari 2022, Duta Baca Indonesia Heri Indrayana Harris atau Gol A Gong berkunjung ke tempat mereka untuk melakukan Safari Literasi bersama Perpustakaan Nasional RI.

Kemudian kumpulan tulisan anak-anak di Kelas Menulis Tepi Danau itu diterbitkan dalam bentuk buletin. Buletin itu dibagikan saat kunjungan tim Perpustakaan Nasional tersebut.

“Sejak 2022 itulah saya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk berkegiatan literasi di Lembah Hijau. Kami mengadakan acara dialog literasi, pelatihan menulis cerpen, workshop penulis bahan ajar dalam bentuk cerita bergambar, dan lain-lain,” jelasnya.

Dari sana ia mulai berpikir membuat gerakan itu berdampak lebih besar. Ia kemudian memutuskan mengeluarkan koleksi buku pribadinya yang tersimpan di rumah ke aula pada Juli 2023.

Sejak itu, ia secara resmi membuka Perpustakaan Lembah Hijau untuk dikunjungi publik. Kegiatan berjalan hingga sekarang dengan berbagai program serta melibatkan berbagai pihak sebagai mitra kolaborasi. (bersambung/r7)

 

 

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#literasi #buku #perpustakaan #Baca #Lotim