LombokPost - Sejak satu minggu menjelang lebaran idul fitri tahun ini, masyarakat di Lombok Timur (Lotim) mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.
Bahkan tidak sedikit masyarakat keliling hingga kecamatan lain untuk mencari gas elpiji.
Kesulitan ini membuat warga mencari alternatif lainnya.
“Saya sejak dua hari keliling cari gas, apa lagi hari ini, H-1 lebaran, mungkin sudah puluhan pengecer saya datangi tapi tetap saja kosong, " terang Mustian ibu rumah tangga asal Desa Kabar, Jumat (20/3).
Kata dia, kelangakaan gas ini hampir terjadi di seluruh kecamatan di Lotim.
Hal itu terlihat dari sejumlah orang dari luar desa juga terlihat keliling membawa tabung gas, bahkan sampai ke kecamatan lain, namun tidak kunjung mendapat stok.
Baca Juga: Stok Gas Elpiji 3 Kilogram di Kabupaten Lombok Utara Aman
Bahkan ia sendiri beberapa kali mencoba mencari ke desa lain, namun tetap saja tidak mendapatkan pasokan.
Kondisi ini membuatnya terpaksa memasak opor menggunakan kayu bakar.
“Beberapa pedagang saya hubungi, terus keliling tetap saja tidak dapat. Makanya ini terpaksa kami masak pakai kayu bakar,” Jelasnya.
Baca Juga: Legislator Desak Pemprov Gerak Cepat Tangani Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Sementara itu, salah seorang pedagang gas elpiji 3 Kilogram Fathurahman menyampaikan sejak bebrapa hari terkahir ini stok gas elpiji di kiosnya kosong, dan sangat sulit untuk mendapatkan stok kembali.
"Seminggu ini sudah kosong stok. Agen yang biasa tetap kami mengmbil, katanya langsung habis di tempat makanya kami tidak kebagian, " Ungkapannya.
Kata dia, H-1 lebaran hampir semua kios dan agen gas elpiji kosong.
Bahkan masyarakat keliling membawa gas elpiji namun tidak segera mendapatkan stok.
Kondisi ini membuat harga gas elpiji di masyarakat naik drastis, dari harga sebelumnya Rp 21-22 ribu.
Namun naik hingga Rp 25 ribu. Bahkan beberapa masyarakat terpaksa memilih menggunakan kayu bakar untuk memasaknya.
Baca Juga: Dinas Perdagangan Lotim, Klaim Tidak Ada Kelangkaan Gas Elpiji
"Hari ini mungkin puluhan orang sudah menghubungi cari gas, belum yang datang langsung, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat luar. Memang semuanya sama, rata-rata pengecer to dak punya stok," katanya.
Editor : Pujo Nugroho