LombokPost -Hamparan buku tersusun rapi di atas karpet sederhana, di tengah hiruk pikuk Car Free Day (CFD) Taman Rinjani Selong. Sanggar Baca Bhavana menyalakan harapan tentang tumbuhnya minat membaca masyarakat.
Di tengah hiruk pikuk kegiatan Car Free Day (CFD) di Taman Rinjani Selong, sejumlah pemuda duduk di hadapan puluhan buku yang dijejer di atas karpet. Buku-buku itu disusun rapi. Judulnya beragam, dari cerita anak-anak hingga pengetahuan umum.
Di depan puluhan buku itu, sebuah papan tulis bertuliskan lapak Baca Gratis. Tulisan itu menarik pengunjung CFD di Taman Selong untuk mendekat dan membaca. Kegiatan ini diinisiasi Sanggar Baca Bhavana untuk meningkatkan minat membaca masyarakat.
Baca Juga: Perjuangan Lalu Abdul Fatah Meningkatkan Minat Baca Anak di Lombok Timur (2-Habis)
Pendiri Sanggar Baca Bhavana Aria Solihin menceritakan, Sanggar Baca Bhavana lahir pada Juni 2022. Sanggar ini berangkat dari kesadaran minimnya literasi di tingkat siswa.
“Awalnya memang Sanggar Baca Bhavana ini fokus kepada siswa. Tapi kami melihat anak-anak juga membutuhkan bahan bacaan. Akhirnya Sanggar Baca Bhavana juga fokus kepada anak-anak,” jelas Aria ditemui Lombok Post, akhir pekan kemarin.
Awal berdirinya sanggar baca, ia hanya memiliki sekitar 15 buku. Buku-buku itu dipinjamkan dari teman-temannya. Beberapa buku juga dipinjamkan salah satu toko buku serta komunitas literasi di Lotim.
Seiring waktu, dari 15 buku itu, Sanggar Baca Bhavana kini memiliki ratusan koleksi. Bahkan sudah memiliki perpustakaan sendiri.
“Perpustakaan itu saya buat di kos, sebagai wadah untuk menyediakan bahan bacaan untuk pelajar dan anak-anak yang berada di sekitar kos,” katanya.
Selain menggelar lapak baca setiap minggu di Taman Rinjani Selong, kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai lokasi, seperti di kampus dan tempat umum lainnya. Bahkan lapak baca digelar hingga ke sekolah dan desa di pelosok Lotim. Seperti Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, serta desa lain di Sembalun dan Sambelia.
Kegiatan lapak baca di pelosok ini juga digandeng dengan game edukasi untuk meningkatkan kreativitas, literasi, dan daya baca anak. Bahkan, dirinya berencana mengadakan kegiatan literasi yang fokus pada kemasyarakatan, tidak lagi di sekolah formal.
Selama mengadakan lapak baca gratis di Taman Selong, ia melihat antusiasme masyarakat untuk membaca masih kurang. Dalam sekali kegiatan, pengunjung yang mampir membaca buku kurang dari 10 orang.
Untuk itu, dirinya akan terus konsisten menggelar lapak baca dan kegiatan yang berdampak langsung terhadap pengembangan literasi serta meningkatkan minat baca masyarakat. "Memang pengunjung naik turun. Dalam hal minat baca, saya melihatnya masih sangat kurang, untuk itu ini harus kita coba," ujarnya. (*/r7)
Editor : Prihadi Zoldic