Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Karang Taruna Lotim Diminta Kawal Program Pemerintah

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 1 April 2026 | 09:14 WIB
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat melantik pengurus karang taruna Lombok Timur periode 2026-2031.
Bupati Lombok Timur Haerul Warisin saat melantik pengurus karang taruna Lombok Timur periode 2026-2031.

 

 

LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin meminta karang taruna kabupaten mengawal dan mengkritisi program pemerintah, demi mewujudkan Lotim SMART (Sejahtera, Maju, Adil, Religius, dan Transparan).

"Karang taruna tidak hanya membantu pemerintah menjalankan program. Tetapi karang taruna juga harus mengawal dan mengkritik pemerintah, silakan berikan kritik yang baik dan membangun," terang Bupati saat melantik Pengurus Karang Taruna Lotim, Selasa (31/3).

Ditegaskan, karang taruna adalah wadah bagi pemuda yang kelak menjadi penerus bangsa. Untuk itu, ia meminta karang taruna harus inovatif, kreatif, dan bisa berpikir lebih maju.

Baca Juga: Pemerintah Tiongkok Sampaikan Duka Cita untuk Indonesia, Respons Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon usai Diserang Israel

Ia juga menekankan, apapun kendala ke depan karang taruna harus tetap berdedikasi dalam menjalankan tugas dengan semangat, tidak boleh menyerah dan tidak pesimis.

"Apapun yang menjadi kendala, jangan pesimis. Karang Taruna adalah kader yang akan menjadi penerus di masa mendatang," ujarnya.

Ketua Karang Taruna Lotim M Ahwal Usri Yusro menyampaikan, karang taruna siap membantu masyarakat dan bermitra dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai upaya pembangunan. Ia juga telah merencanakan pembinaan bagi seluruh pengurus karang taruna yang tersebar di 254 desa di Lotim.

Baca Juga: Kalah Adu Penalti, Italia Kembali Gagal Lolos Piala Dunia Tiga Kali Berturut-turut

"Salah satu program yang akan kami jalankan adalah pembinaan kepada semua karang taruna desa yang tersebar di 254 desa, terkait teori kepemimpinan, praktik, serta literasi," jelasnya.

Ia mengakui, banyak karang taruna di desa yang speak up kepada pemerintah desa tetapi tidak memahami aturan. Karang taruna diharapkan menjadi bagian dari entrepreneur pemerintah yang mengkritik, namun kritik berbasis data dan ilmu pengetahuan.

Editor : Akbar Sirinawa
#bupati lombok timur #haerul warisin #Lotim #karang taruna