Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Keluhkan Debu Galian C dan Jalan Rusak Parah Desa Kalijaga Timur

Supardi/Bapak Qila • Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB
ANGKUT MATERIAL: Sejumlah truk pengangkut material tambang galian c melintas di jalan Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel yang rusak parah. (SUPARDI/LOMBOK POST)
ANGKUT MATERIAL: Sejumlah truk pengangkut material tambang galian c melintas di jalan Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel rusak parah. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost - Warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah dan berdebu.

Kondisi ini diduga imbas aktivitas truk pengangkut material galian C.

"Kalau hujan banyak kubangan, kalau musim panas berdebu. Kondisi jalan yang rusak ini sudah lama tapi tidak kunjung diperbaiki," terang warga Desa Kalijaga Timur Mustaqim, Minggu (12/4).

Baca Juga: Hujan Datang, Jalan Kalijaga Timur Jadi Kubangan

Menurutnya, rusaknya jalan disebabkan tingginya mobilitas truk pengangkut material tambang galian C di jalur tersebut. Terlebih banyak truk mengangkut material melebihi kapasitas.

Debu jalanan diakui cukup mengganggu. Kondisi ini mengakibatkan penglihatan dan pernapasan terganggu.

“Kalau pakai motor kemudian posisi kita di belakang truk, debunya itu sangat mengganggu sekali. Masyarakat sudah sering protes tapi jalannya tidak kunjung diperbaiki," ungkapnya.

Baca Juga: Komisi V DPR-RI Tutup Liga Silaturrahmi Desa Kalijaga Timur

Warga lainnya, Nurhayati juga mengeluhkan kondisi jalan rusak berat yang membuat jalanan sangat berdebu, terutama pada siang hari saat cuaca panas.

“Kalau lewat sini harus pakai masker, apalagi ketika siang hari saat pulang dari pasar dan jemput anak sekolah. Karena ini satu-satunya jalan yang bisa dilalui," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton menyampaikan, jalan tersebut merupakan akses utama warga yang menghubungkan Desa Kalijaga Timur dengan desa lain di tiga kecamatan yakni Kecamatan Wanasaba, Aikmel, dan Labuhan Haji.

Baca Juga: Desa Kalijaga Timur, Gelar Liga Silaturrahim Antar Dusun

“Panjang jalan ini 3 kilometer. Ini akses utama warga kami untuk aktivitas sehari-hari, sehingga jalan ini sangat penting,” ungkap Hiswaton.

Kondisi jalan yang semakin parah sudah sering dilaporkan kepada Pemkab Lotim. Namun hingga saat ini jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki.

Bahkan masyarakat sempat melakukan protes dengan menanam pisang sepanjang jalan dan menutup jalan agar tidak bisa dilalui truk pengangkut material. Namun tidak membuahkan hasil.

"Segala cara sudah ditempuh masyarakat, blokade jalan, tanam pisang, bersurat dan kirim proposal ke Pemkab Lotim tapi tidak ada hasil sama sekali," katanya.

Hiswaton menambahkan Pemkab Lotim selama ini hanya janji. Bahkan baru-baru ini Bupati Lotim kembali menjanjikan jalan tersebut akan diperbaiki pada anggaran perubahan mendatang.

Dikhawatirkan kondisi jalan berdebu akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari beriringan dengan truk pengangkut material saat pergi maupun pulang sekolah.

”Jalan ini padahal penghasil PAD miliaran rupiah per tahun, tapi kami hanya kecipratan debu," pungkasnya. (par/r7)

Editor : Redaksi
#kalijaga timur #Deburan Ombak #Jalan #PAD