LombokPost - Satgas Elpiji Lombok Timur (Lotim) menemukan sebanyak 13 ribu lebih tabung gas elpiji 3 kilogram digunakan sekitar 200 kandang ayam sebagai penghangat suhu kandang.
Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji di Lotim belakangan ini.
"Besok hari Jumat, saya akan kumpulkan para pemilik kandang ayam, yang jumlahnya ratusan itu, karena di situ ditemukan sekitar 13.000 tabung gas elpiji subsidi digunakan sebagai penghangat," terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Rabu (15/4).
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok Elpiji 3 Kg di Lombok Tetap Aman, Extra Dropping 200.000 Tabung untuk NTB
Kata dia, setelah hearing bersama masyarakat beberapa hari lalu, dirinya langsung bertemu dengan Pertamina untuk mencari solusi terkait masalah kelangkaan ini, termasuk mencari solusi bagi pemilik kandang ayam yang menggunakan elpiji subsidi.
Ia mengklaim situasi di masyarakat berangsur-angsur mulai normal setelah dilakukan operasi pasar elpiji.
Jadwal pendistribusian elpiji ke masing-masing pangkalan juga mulai normal.
Baca Juga: Elpiji 3 Kg di Lombok Sempat Langka? Pertamina Buka Suara!
"Saya dapat laporan bahwa jadwal untuk hari ini sudah terekam semuanya, tidak seperti beberapa saat lalu, artinya pendistribusian terpantau mulai normal dan datanya mulai rapi," jelasnya.
Selain sidak ke kandang ayam, Satgas Elpiji Lotim juga melakukan razia di Pelabuhan Kayangan, terkait adanya dugaan pengiriman elpiji secara sembunyi-sembunyi ke Pulau Sumbawa. Namun, sejauh ini tidak ditemukan dugaan tersebut.
Ia mengimbau masyarakat dengan kategori mampu untuk beralih menggunakan elpiji nonsubsidi. Agar penggunaan elpiji subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Gas Elpiji di Lotim Langka, Warga Beralih Menggunakan Kayu Bakar
Sebelumnya, Sekda Lotim M Juaini Taofik mengatakan Pemkab Lotim akan memfasilitasi penukaran tabung 3 kilogram milik pengusaha kandang ayam ke tabung ukuran 12 kilogram atau nonsubsidi melalui kerja sama dengan Pertamina.
Skema ini menjadi solusi agar ekonomi peternak tetap berputar tanpa melanggar regulasi.
“Dari hasil sidak, penggunaan gas elpiji 3 kilogram di kandang ayam tersebut cukup tinggi, yakni mencapai 40 hingga 60 tabung per 10 hari per satu kandang,” jelasnya. (par/r7)
Editor : Redaksi