LombokPost - Ketersediaan sapi potong di Lombok Timur (Lotim) dipastikan aman menjelang Idul Adha dan musim haji.
Hal itu didukung populasi ternak yang mencapai lebih dari 130 ribu ekor.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lotim drh Hultatang mengatakan, dari data sementara populasi sapi di Lotim saat ini tercatat sebanyak 130 ribu ekor lebih.
Ini gabungan dari sapi bali maupun eksotik.
"Kita di Pulau Lombok saling menyokong kebutuhan hewan kurban. (Jadi) Tidak hanya menyuplai untuk masyarakat sendiri, tetapi juga ke kabupaten lain," ujarnya.
Dari hasil survei, populasi sapi bali banyak ditemukan di Kecamatan Suela.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Hewan Kurban, Tim Kemenko Sidak Kesiapan Terminal Gilimas NTB
Sementara sapi eksotik tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Pringgabaya, Selong, Aikmel, dan kecamatan lain.
Untuk kebutuhan kurban, mayoritas masyarakat lebih memilih sapi bali dibandingkan sapi jenis eksotik.
Hal ini karena harga sapi bali lebih terjangkau.
"Harga sapi bali Rp 12–13 juta sudah bisa dipotong. Sementara sapi eksotik dengan harga Rp 12–15 juta, kita hanya mendapatkan anaknya yang baru umur 6–7 bulan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur menyampaikan, kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun 2025 lalu mencapai 3.200 ekor.
Mengacu pada data itu, ia memastikan stok hewan kurban tahun ini aman dengan populasi yang ada saat ini.
“Kita pastikan stok ternak untuk kebutuhan hewan kurban tahun ini aman,” ucapnya.
Masyhur menegaskan pihaknya siap memenuhi berapa pun kebutuhan hewan kurban masyarakat.
Hewan kurban akan dilakukan pemantauan dan diberikan vaksin untuk menghindari penyakit saat penyembelihan. (par/r7)
Editor : Redaksi