Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Layanan Perpustakaan Keliling Belum Mampu Jangkau Sembalun

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 23 April 2026 | 18:25 WIB
PERPUSTAKAAN KELILING: Petugas Perpustakaan Lombok Timur saat melayani perpustakaan keliling ke salah satu sekolah di Lotim. (SUNRIANTO UNTUK LOMBOK POST)
PERPUSTAKAAN KELILING: Petugas Perpustakaan Lombok Timur saat melayani perpustakaan keliling ke salah satu sekolah di Lotim. (SUNRIANTO UNTUK LOMBOK POST)

LombokPost - Pelayanan perpustakaan keliling ke sekolah dan taman baca masyarakat (TBM) di wilayah terjauh, tertinggal, dan terpencil (3T).

Seperti Sembalun, Sambelia, dan Pringgabaya, diakui belum sepenuhnya dapat dijangkau Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Arpusda) Lombok Timur (Lotim).

Kondisi ini disebabkan keterbatasan fasilitas dan anggaran operasional.

Baca Juga: Kadis Arpus Lobar Bakal Sulap Sudut Perpustakaan Jadi Coffee Shop Instagramable

Memang untuk pelayanan perpustakaan keliling ini sangat bergantung pada dukungan dana, terutama untuk mengakomodir kebutuhan BBM.

"Karena apapun kalau yang kita lakukan kalau tidak ada dana sulit berjalan,” terang Kabid Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lotim Sunrianto, Rabu (22/4).

Keterbatasan anggaran tersebut juga berdampak pada pengurangan jumlah layanan.

Baca Juga: Cara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan KLU Meningkatkan Minat Baca, Datangi Sekolah dan Ajak Siswa Berkunjung ke Perpustakaan

Tahun ini, layanan perpustakaan keliling ditargetkan 120 kali, turun dari sebelumnya lebih dari 130 kali per tahun.

Kata dia, anggaran BBM per bulan hanya Rp 400 ribu untuk dua kendaraan. Sementara pelayanan dilakukan sekitar 16 kali dalam sebulan.

“Dengan anggaran ini tidak cukup untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh seperti Sembalun,” jelasnya.

Baca Juga: Perpustakaan Kota Mataram Wacanakan Buka di Hari Minggu

Ia mengakui, layanan ke sekolah di wilayah jauh belum bisa maksimal. Meski demikian, armada kendaraan disebut sudah siap digunakan ke seluruh wilayah.

Selain kendala anggaran, belum adanya perjanjian kerja sama (PKS) dengan sekolah di daerah terpencil juga menjadi hambatan layanan.

“Sejauh ini memang kita tidak ada PKS dengan sekolah-sekolah atau TBM di daerah terpencil. Kalaupun ada, mungkin kita akan layani juga,” jelasnya.

Selama ini, masyarakat di wilayah terpencil datang secara mandiri untuk meminjam buku. Pihaknya juga mengimbau agar peminjaman dilakukan secara kolektif.

Ia menyebut, pola peminjaman kolektif lebih efektif dan masa pinjam lebih lama dibandingkan layanan keliling.

“Lebih baik pinjam secara kolektif, karena waktu peminjaman lebih lama dibandingkan dengan pelayanan secara mandiri,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Redaksi
#keliling #kolektif #peminjaman #perpustakaan #BBM