LombokPost - Api mengamuk hebat di Pasar Tradisional Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur (Lotim), tadi malam.
Kebakaran yang diduga dipicu oleh korsleting listrik tersebut menghanguskan bangunan pasar dan isinya sekitar pukul 18.15 Wita.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lotim, Lalu Dami Ahyani, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung merespons cepat sesaat setelah menerima laporan dari warga.
Baca Juga: Kebakaran di Gili Trawangan, Damkar KLU Soroti Material Bangunan Mudah Terbakar
"Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak dengan menerjunkan 1 Unit mobil pemadam dengan 5 anggota," terang Lalu Dami Ahyani, Senin (27/4).
Namun, tiupan angin dan banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api kian liar.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, Damkarmat Lotim menambah kekuatan dengan menerjunkan 1 unit fuso, 2 mobil tangki, serta 3 armada pemadam jenis Panther.
Baca Juga: 14 Nyawa Melayang dalam Kebakaran Pabrik Suku Cadang Mobil di Daejeon Korea Selatan
Skala kebakaran yang besar memicu aksi solidaritas lintas wilayah.
Selain personel dari internal, pemadaman juga melibatkan 3 unit pemadam kebakaran dari Kabupaten Lombok Tengah, serta bantuan personel dari Unit SAR Lotim, BPBD, hingga DLHK.
"Kita juga di back up oleh tiga unit mobil kebakaran Lombok Tengah," jelasnya.
Meski tidak ada korban jiwa dari kalangan pedagang maupun warga, proses pemadaman yang dramatis memakan korban dari sisi petugas.
Dilaporkan satu anggota pingsan dan tiga anggota Damkarmat lainnya mengalami luka-luka saat berjuang menjinakkan api di tengah reruntuhan. Sementara itu, total kerugian material diperkirakan menembus angka Rp 5 miliar lebih.
Dami mengakui proses pemadaman di lapangan menemui banyak rintangan teknis yang menghambat pergerakan tim.
"Saat pemadam kendala tidak adanya penerangan, mesin tempel tidak berfungsi maksimal, lokasi supply air yang jauh, serta tidak tersedianya hydrant di sekitar pasar umum Pringgabaya," jelasnya. (par)
Editor : Redaksi