Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ratusan SD di Lombok Timur Butuh Perbaikan

Supardi • Rabu, 6 Mei 2026 | 10:25 WIB
M Nurul Wathoni
M Nurul Wathoni

 

LombokPost--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) mencatat jumlah sekolah rusak berat, terutama jenjang Sekolah Dasar (SD), mencapai ratusan.

Kondisi tersebut membuat masih banyak siswa terpaksa belajar di ruang kelas yang tidak layak. 

“Kalau SMP alhamdulillah tidak terlalu banyak, termasuk juga TK. Yang jadi PR besar kita sekarang adalah SD (rusak) jumlahnya 100 lebih,” terang Kepala Dikbud Lotim M Nurul Wathoni kepada Lombok Post, Senin (4/5).

Ia mengatakan, perbaikan sekolah saat ini mengandalkan dana revitalisasi dari pemerintah pusat dan APBD.

Namun, kuota bantuan revitalisasi dari pusat tahun ini terbatas karena sekitar 40 persen anggaran dialihkan untuk penanganan bencana di Provinsi Sumatera dan Aceh.

Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak

Untuk jenjang SD, hingga kini belum diketahui jumlah sekolah yang akan mendapatkan bantuan revitalisasi tahun ini.

Sementara untuk SMP, lebih dari 20 sekolah telah dipanggil Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk penandatanganan penerima bantuan.

“Yang belum jelas dapat tahun ini jenjang SD,” jelasnya.

Meski demikian, perbaikan sekolah SD tahun ini mendapat dukungan dari yayasan Happy Hearts sebanyak enam sekolah.

Sejumlah sekolah lainnya akan ditangani melalui APBD dan pokok pikiran (pokir) DPRD Lotim, meski jumlahnya terbatas akibat efisiensi anggaran.

Baca Juga: Dikbud Lombok Timur Kembali Usulkan Sekolah Rusak Dari Dana Revitalisasi

Ia menjelaskan, pengusulan bantuan revitalisasi dilakukan langsung pihak sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Karena itu, operator sekolah diminta aktif memperbarui data.

“Kami tidak bisa mengintervensi sekolah mana yang berhak mendapatkan revitalisasi, karena Dikbud hanya melakukan monitoring,” katanya.

Salah satu kendala utama banyaknya sekolah SD yang belum mendapatkan bantuan adalah belum adanya sertifikat tanah.

Padahal, dokumen tersebut menjadi syarat utama dalam pengajuan bantuan.

“Kan tidak bisa kalau mereka tidak punya sertifikat,” tutupnya.

Baca Juga: Dikbud NTB Beri Waktu Dua Bulan Perbaiki Dapodik, Penentu Revitalisasi Sekolah Rusak

Terpisah, Plt Kepala SDN 5 Kotaraja Lalu Zohdi mengatakan, kondisi tiga ruang belajar di sekolahnya sangat memprihatinkan.

Saat hujan turun, air masuk ke dalam kelas dan menggenangi lantai akibat atap yang bocor.

“Kalau hujan airnya masuk dan menggenang di lantai, atapnya bocor di mana-mana. Setiap hujan, siswa terpaksa belajar di tengah genangan air,” katanya.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan siswa.

Padahal, sekolah tersebut sebelumnya dijanjikan akan mendapat bantuan rehabilitasi, namun hingga kini belum terealisasi.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Empat Ruang Sekolah Rusak di Lombok Tengah

Ia menambahkan, pihak sekolah telah mengusulkan bantuan melalui program revitalisasi pusat. Namun, pengajuan untuk tahun 2026 telah ditutup sehingga harus menunggu tahun berikutnya.

“Makanya nanti tahun 2027 kita akan usulkan kembali. Tapi kami berharap ada sumber lain untuk perbaikan,” tutupnya. 

 

 

Editor : Kimda Farida
#pendidikan #Sekolah #sekolah rusak #Lotim #Dikbud