Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Menyulap Lahan Bekas Galian Batu Apung Jadi Hamparan Pepaya California, Minim Perawatan dan Tahan Hama, Dipilih Agus Masri untuk Mengisi Masa Pen

Supardi • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:20 WIB
PEPAYA CALIFORNIA: Agus Masri Hadi saat memetik pepaya California yang sudah matang di lahan miliknya
PEPAYA CALIFORNIA: Agus Masri Hadi saat memetik pepaya California yang sudah matang di lahan miliknya

LombokPost-Hamparan hijau itu dulunya hanyalah lahan kering bekas galian batu apung yang nyaris tak dilirik.

Kini, dari tanah yang pernah dianggap tak bernilai, ribuan pepaya california tumbuh subur, menghadirkan harapan baru bagi masa pensiun Agus Masri Hadi. 

Ratusan bahkan ribuan pepaya jenis california berjejer rapi di lahan sekitar setengah hektare itu.

Tanaman-tanaman pepaya yang sarat buah tampak tumbuh subur, dengan ukuran buah yang rata-rata cukup besar.

Buah-buah pepaya yang mulai memasuki masa panen itu memanjakan mata.

Dalam satu batang, pohon mampu menghasilkan puluhan buah.

Pepaya-pepaya tersebut tumbuh di lahan milik Agus Masri Hadi, warga Kelurahan Ijo Balit, Kecamatan Labuhan Haji.

Baca Juga: Satu-Satunya dari UNRAM Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia, Kisah Prof. Nasmi Herlina Sari yang Menyentil Dunia Akademik NTB

Agus Masri menceritakan, sejak masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia sudah merencanakan berbagai kegiatan yang akan dilakukan setelah pensiun.

"Agar masa pensiun itu tetap produktif, tidak hanya diam di rumah," terang Agus Masri, Senin (4/5).

Menjelang masa pensiun, ia mulai mencoba mengembangkan berbagai jenis tanaman, seperti kurma, kelapa, pisang, buah naga, dan lainnya.

Namun, tanaman-tanaman tersebut membutuhkan waktu cukup lama untuk berbuah.

Hingga akhirnya, ia tertarik mengembangkan pepaya california sebagai alternatif yang lebih cepat menghasilkan.

Tanpa ragu, ia menanam sekitar seribu pohon pepaya di lahan kering bekas galian batu apung miliknya.

Baca Juga: Kisah Musa, Penjual Soto di Sudut Islamic Center: Dewasa Sebelum Waktunya karena "Merarik Kodeq"

"Lahan ini dulu lahan kering yang tidak produktif, sehingga dijadikan sebagai lokasi galian batu apung. Tetapi setelah diolah, sekarang menjadi lahan yang subur," katanya.

Perawatan pepaya california dinilai tidak terlalu rumit. Perawatannya relatif lebih sederhana dibandingkan tanaman hortikultura lain seperti cabai, tomat, terong.

Selain itu, pepaya california juga dinilai lebih efisien serta minim risiko serangan hama.

Saat ini, tanaman pepaya miliknya telah berusia sekitar empat bulan lebih dan menunjukkan pertumbuhan yang baik.

Meski belum sepenuhnya memasuki masa panen, permintaan pasar mulai berdatangan.

Baca Juga: Cerita Para Pemburu Thrifting di Thrift Shop Karang Sukun Mataram, Bisnis Thrifting Mulai Tersendat Sejak 2026

“Baru beberapa biji yang sudah matang. Tapi sejumlah pengepul mulai berdatangan," katanya.

Sementara itu, pembina petani super Muzawir mengatakan, pepaya california memiliki keunggulan dari segi biaya produksi yang rendah, namun hasilnya tinggi.

Dalam satu batang pepaya, potensi pendapatan bisa mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu selama masa produktif.

“Peminat pepaya ini sangat tinggi. Bahkan belum mampu diimbangi dengan produksi, hal ini menjadi peluang besar bagi petani, khususnya di lahan kering yang selama ini kurang produktif,” katanya.

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#ASN #kisah #Pensiunan ASN #Bertani #pepaya