Lombokpost-Peserta Rinjani 100 tahun depan diharapkan semakin banyak diikuti pelari dunia maupun Indonesia, terutama pada kategori jarak pendek. Hal ini penting agar para pelari lebih memahami kondisi medan di sekitar Rinjani.
"Jarak pendek ini sebagai ajang pembelajaran bagi pelari kita, sehingga ketika ingin ikut pada jarak jauh sudah paham bagaimana kondisi dan tingkat kesulitannya," terang Race Director FoneSport Dian Sukmara, belum lama ini.
Dirinya optimistis penyelenggaraan Rinjani 100 tahun 2027 tetap dilakukan. Adapun penambahan kategori atau rute, sejauh ini penyelenggara belum berpikir ke arah tersebut karena membutuhkan pertimbangan matang.
Baca Juga: Rinjani 100 Tingkatkan Okupansi Hotel Senggigi
Rute yang ada saat ini akan dikurasi ulang agar lomba lari tersebut dapat diselenggarakan lebih baik. Penyelenggaraan Rinjani 100, kata dia, bukan sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas.
"Jadi kita fokus pada penyelenggaraan yang sudah ada, sehingga event-nya bisa berlangsung semakin baik dan berkualitas," katanya.
Menurutnya, dengan pecahnya rekor baru pada kategori 162 kilometer yang berhasil diraih pelari asal China Ziaran Li yang mengalahkan juara bertahan Sange Sherpa asal Nepal, menandakan persaingan di event Rinjani 100 semakin ketat.
Baca Juga: Geopark Rinjani Resmi Beroperasi, Sambut Rinjani 100 Ultra 2026 di Sembalun
Kondisi ini diharapkan dapat mendatangkan pelari elit dari berbagai negara pada penyelenggaraan berikutnya, sehingga event semakin berwarna sekaligus memberikan promosi lebih luas bagi Rinjani.
"Harapan besar kita pada event Rinjani mendatangkan jumlah peserta bertambah, terutama di kategori nomor-nomor pendek. Supaya ketika mau ikut ke nomor panjang sudah ada gambaran," katanya.
Dirinya berharap para peserta Rinjani 100 ke depan juga dapat mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya dengan menggelar latihan panjang di Sembalun. Para peserta tidak hanya datang saat acara, tetapi beberapa minggu sebelum lomba sudah berada di lokasi.
Baca Juga: Rekor Baru! Zairan Li Juara Rinjani 100, Tempuh 162 KM dalam 35 Jam
"Kalau lomba kan cuma tiga hari. Kalau mereka datang sehari sebelum lomba kan tidak bisa latihan. Kalau pelari-lari asing, mereka sudah berdatangan sejak tiga minggu. Ini tentu akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat lebih lama," tutupnya. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic