Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terhalang Kabut Tebal, Evakuasi Pendaki Perempuan Asal Malaysia di Rinjani Ditunda

Supardi • Selasa, 26 Mei 2026 | 06:59 WIB
EVAKUASI: Tim gabungan tengah siap siaga untuk melakukan evakuasi terhadap pendaki yang terjatuh di Rinjani
EVAKUASI: Tim gabungan tengah siap siaga untuk melakukan evakuasi terhadap pendaki yang terjatuh di Rinjani

 

LombokPost- Proses evakuasi terhadap pendaki perempuan atas nama Chye Connsynn, (41) tahun asal negara Malaysia terpaksa ditunda malam ini, mengingat kondisi cuaca di Rinjani saat ini sedang turun kabut tebal.Sehingga korban malam ini tertahan di tenda darurat di Pelawangan Sembalun. 

Berdasarkan informasi sementara korban terjatuh sekitar pukul 15.00 WITA, Senin (25/5), di sekitar punggungan jalur pendakian saat turun dari puncak Rinjani menuju Pelawangan. Beruntung korban bisa diselamatkan, namun korban diduga mengalami cidera tulang yang membuatnya tidak bisa berjalan. Korban diketahui teregistrasi melakukan pendakian sejak Minggu, (24/5) melalui pintu masuk Sembalun.

 

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Astekita Ardi menyampaikan setelah menerima laporan pihaknya langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi korban, berkoordinasi dengan tim evakuasi Edelweis Medical Health Centre (EMHC) dan tim medis Nusa Medica.

Baca Juga: Pendaki Asal Malaysia Terjatuh di Rinjani

"Petugas di Pelawangan langsung turun memverifikasi dan menetapkan titik koordinat penjemputan," jelas Astekita Ardi, Senin (25/5).

Korban yang diketahui merupakan pemegang polis asuransi premium yang dibeli saat melakukan registrasi pendakian, sehingga opsi evakuasi akan menggunakan helikopter langsung untuk meminimalisir guncangan fisik pada tubuh korban.

Sementara Dokter Klinik Nusa Medica, dr. Lia Puspita Jaya menjelaskan bahwa helikopter medis diterbangkan langsung dari Bali dan sempat mengudara menuju lokasi pada pukul 16.18 WITA dengan estimasi waktu tempuh 40 menit.

" Tepat pukul 17.09 WITA, helikopter berhasil tiba di titik koordinat Pelawangan Sembalun.Namun kawasan tersebut telah tertutup kabut tebal membuat jarak pandang kru penerbang, " Katanya.

Baca Juga: Pendaki Asal Sukabumi Meninggal di Rinjani

Setelah berputar-putar di udara dan mencoba mencari celah di balik kabut putih yang menyelimuti, pilot akhirnya memutuskan untuk memutar balik helikopter menuju Denpasar, Bali. 

"Saat menuju Pelawangan helikopter kita kembali lagi karena posisinya kabut tebal dan sudah sunset. Jadi Heli nggak bisa kalau sudah sunset. Terpaksa balik," Katanya. 

Kondisi korban yang diduga mengalami cedera pada tulang belakang membuat tim medis melarang keras korban dievakuasi melalui jalur darat yang terjal dan penuh guncangan.

Baca Juga: Fenomena FOMO di Kalangan Pendaki Pemula, Pelaku Usaha Kebanjiran Rezeki

"Nggak boleh banyak pergerakan, takutnya nanti kalau dipaksakan dievakuasi via darat ada pergeseran yang mengakibatkan korban semakin parah, " Jelasnya. 

Melihat kondisi korabn dan setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, korban disarankan untuk bermalam di Pelawangan Sembalun. Tim gabungan yang terdiri dari EMHC dan Basarnas juga telah bergerak naik dari Resort Sembalun sejak pukul 18.00 WITA menuju Tenda Korban di Pelawangan untuk memberikan pertolongan. 

 

Evakuasi udara dijadwalkan ulang secara total pada esok pagi, Selasa (26/5), sekitar pukul 07.00 WITA dengan menerbangkan kembali helikopter dari Bali. Sementara itu, tim klinik Nusa Medica telah bersiaga penuh di pos guna menyambut korban jika skenario evakuasi udara berhasil dilaksanakan esok hari.

Baca Juga: Kisah Zohri, Porter Veteran yang Kini Menyambung Napas Ekonomi dari Kemudi pick-up yang Mengantarkan Pendaki Menaklukkan Gunung Rinjani

"Besok baru ada heli datang lagi jam 7 dari Bali untuk mengevakuasi korban. Tapi klinik sudah standby di bawah, kita akan terus pantau kondisi korban malam ini. Tim gabungan dari Basarnas dan EMHC sudah bergerak naik ke atas untuk memastikan kondisi korban," Tutupnya. (par) 

Editor : Redaksi Lombok Post
#rinjani #pendaki jatuh #sembalun #evakuasi #kabut tebal