Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemarau Diprediksi Lama, tapi Tak Separah 2019 BPBD Lotim Minta Warga Tak Panik Hadapi Kemarau

Supardi • Senin, 15 Juni 2026 | 13:55 WIB
Lalu Muliadi
Lalu Muliadi

Lombokpost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur (Lotim) meminta masyarakat tidak terlalu panik menghadapi ancaman kemarau tahun ini. Meski kemarau diprediksi berlangsung lebih lama, kondisinya dinilai tidak terlalu parah.

“Berdasarkan prediksi BMKG memang tahun 2026 ini kita ancamannya seperti tahun 2019. Tetapi tidak akan separah 2019,” terang Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi, Minggu (14/6).

Level kemarau tahun ini tidak terlalu tinggi. Kondisinya berada pada level menengah atau sedang. Bahkan, selama kemarau saat ini, hujan sesekali masih turun dan cuaca dingin kerap terjadi.

Baca Juga: Kemarau Datang, Air Bersih Masih Aman di Lombok Tengah

Muliadi menyebut, Lotim sudah memasuki musim kemarau sejak April lalu. Saat itu, hujan masih turun. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. Meski tidak terlalu parah, BPBD Lotim tetap siap siaga dan melakukan antisipasi.

“Kami sudah dua kali melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektoral terutama dengan kepolisian untuk mengantisipasi musim kemarau ini,” jelasnya.

Melalui bidang kedaruratan dan logistik, BPBD Lotim telah menyiapkan kesiapsiagaan. Salah satunya armada mobil tangki jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

Baca Juga: Subak Jadi Andalan Petani Lombok Utara dalam Distribusi Air Irigasi Hadapi Kemarau

BPBD Lotim telah menyiapkan lima unit armada. Beberapa armada dari OPD lain juga siap membantu jika dibutuhkan. Selain armada, BPBD Lotim juga telah memetakan sumber air bersih untuk kebutuhan penyaluran kepada masyarakat.

“Di daerah utara kita akan ambil air di Seruni Mumbul, kemudian di wilayah tengah mata air kita juga cukup bagus di Labuhan Haji dan di selatan kita masih cukup air bersih di mata air Tutuk,” katanya.

Jumlah warga terdampak tahun ini diperkirakan lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai lebih dari 60 ribu jiwa. Terlebih, keberadaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pantai Selatan sudah mulai dirasakan masyarakat selatan.

Baca Juga: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Suzuki Edukasi Pemilik Mobil: Jangan Tunggu AC Tak Dingin, Cek Filter Sekarang!

“InsyaAllah kondisi kemarau di selatan tahun ini tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Karena beberapa desa yang kerap langganan kemarau sekarang sudah ada air yang masuk,” jelasnya.

Sementara itu, Sekcam Jerowaru Suhirman menyampaikan, meski SPAM Pantai Selatan sudah mulai beroperasi, layanan air bersih belum menjangkau seluruh titik rawan krisis air bersih di wilayah selatan. Titik itu antara lain seluruh wilayah Desa Sekaroh, sebagian Desa Seriwe, dan sebagian Desa Kwang Rundun.

“Untuk Desa Kwang Rundun, belum ada SPAM yang masuk, tetapi untuk sementara masyarakat belum ada yang meminta bantuan air bersih,” terangnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
#kemarau #cuaca akstrem #bmkg #Kekeringan #Hujan