LombokPost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya berharap pelaksanaan event Festival Muharam untuk memperingati Tahun Baru Islam selama satu minggu ke depan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi Lotim.
Kegiatan itu juga harus berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Dari sisi pertumbuhan ekonomi, kita sudah cukup bagus. Namun dari sisi kesejahteraan, kita masih perlu kerja keras. Karena ukurannya bukan hanya dari pendapatan semata, tapi dari desil kesejahteraan masyarakat yang dirilis BPS,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya, Rabu (17/6).
Event Muharam diharapkan menjadi momentum menggerakkan ekonomi rakyat.
Khususnya melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif. Karena itu, ia meminta panitia memberi ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk membuka stan secara gratis.
Dia mengatakan, berdasarkan data yang dirilis BPS pada akhir Desember 2025, pertumbuhan ekonomi Lotim berada di angka 4,9 persen.
Capaian itu menempatkan Lotim di posisi kedua di NTB. Pada akhir triwulan pertama 2026, ekonomi Lotim kembali melonjak di atas 7 persen.
“Untuk itu, kegiatan Festival Muharam ini kita harapkan menjadi cara untuk menciptakan sentra ekonomi baru. Antusiasme masyarakat untuk mengikuti acara ini juga sangat tinggi,” jelasnya.
Bazar UMKM diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru bagi Lotim.
Edwin berharap kegiatan serupa bisa berlangsung di masing-masing wilayah. Seperti di Kecamatan Pringgabaya melalui Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN).
Baca Juga: Pemkab Lombok Timur Meriahkan Event Festival 1 Muharram dengan Hadirkan Artis Nasional
Ketua Panitia Peringatan Muharam 1448 H Husnul Basri menyampaikan, Festival Muharam di Lotim mengusung tema hijrah.
Tema itu menjadi ajakan untuk berpindah dari kondisi tidak baik ke baik, dari lemah ke kuat, dan dari ketertinggalan ke kemajuan.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan waktu atau tempat, tetapi juga perubahan pola pikir dan ekonomi,” ujarnya.
Pada Festival Muharam ini, panitia menyediakan 150 lapak. Sebagian besar lapak merupakan swadaya masyarakat. Lapak itu menampilkan berbagai produk lokal, kuliner, hingga kerajinan tangan. Sejumlah OPD juga ambil bagian dalam acara itu. (par/r7)
Editor : Kimda Farida