LombokPost-Rihlah Diniyah menjadi jeda yang ditunggu santri. Setelah hari-hari panjang di pondok, mereka mendapat ruang untuk belajar dengan cara yang lebih ringan, dekat, dan menyenangkan.
Puluhan tenda berjejer di lahan yang tak jauh dari Air Terjun Semporonan, Desa Timba Nuh, Kecamatan Pringgasela. Di depan tenda, ratusan santri dari Yayasan Ponpes Baiturrahim Kabar, terlihat bersemangat mengikuti rihlah diniyah untuk menutup pembelajaran akhir semester.
Kepala Asrama Ponpes Baiturrahim Kabar sekaligus Ketua Panitia Saprul Hairi menyampaikan, rihlah menjadi kegiatan rutin setiap akhir semester II atau kenaikan kelas. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema Rihlah Ceria, Santri Berakhlak Mulia Menjadi Generasi Tangguh Berlandaskan Nilai Agama.
Baca Juga: Puluhan Santri Ponpes Baiturrahim Diwisuda, Ketua Yayasan Tekankan Pendidikan Berkelanjutan
“Kegiatan ini merupakan program pendidikan yang memadukan unsur rekreasi, pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta kebersamaan antarsantri,” terang Saprul Hairi, Selasa (23/6).
Rihlah diniyah diselenggarakan sebagai sarana penyegaran setelah proses pembelajaran di kelas dan program keasramaan di pondok. Terlebih, dalam satu tahun ini Yayasan Ponpes Baiturrahim menerapkan program wajib mondok bagi santri-santriwati jenjang MTs dan MA.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT melalui tadabur alam. Harapannya, kepedulian santri terhadap lingkungan sekitar semakin meningkat.
“Ini bukan sekadar rekreasi, tapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas bagi santri,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, santri dilatih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Nilai akhlakul karimah juga ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula jiwa kepemimpinan.
Pada rihlah ini, santri tidak hanya datang untuk berkemah atau sekadar berekreasi. Kegiatan dikemas menarik dengan berbagai agenda edukatif sebagai ruang belajar.
Baca Juga: Peringati Nuzulul Quran, Baiturrahim Peduli Santunani Puluhan Anak Yatim, Piatu dan Duafa
Santri juga mengikuti sharing motivation, renungan malam, senam ceria, dan jelajah alam. Dalam jelajah alam, santri dikenalkan dengan lingkungan sekitar. Mereka juga mendapat edukasi tentang pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan hidup manusia.
“Rihlah diniyah merupakan salah satu program pembinaan yang dilaksanakan secara rutin oleh Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahim sebagai bagian dari pendidikan karakter,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama. Santri juga diharapkan memiliki mental kuat, akhlak mulia, serta mampu bersosialisasi dengan baik di tengah masyarakat.
Baca Juga: Baiturrahim Peduli Beri Santunan Anak Yatim
Ia juga berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh santri untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat belajar dan beribadah. Kegiatan ini juga diharapkan memberi manfaat besar bagi seluruh peserta.
“Belajar bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga dari alam, kebersamaan, dan setiap pengalaman yang menguatkan iman serta akhlak,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Kimda Farida