LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) terus berkomitmen menerima dan memperjuangkan program The Development of Integrated Farming System in Upland Area. Program ini dinilai menjadi salah satu program unggulan dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pendampingan yang konsisten dalam penyelenggaraan Program Upland di Lotim," terang Sekda Lotim Juaini Taofik.
Juaini menyebut program ini sangat membantu petani. Sebab, Upland menerapkan skema pendanaan dari lembaga donor internasional, yakni Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui pemerintah pusat. Dana kemudian disalurkan ke daerah dalam bentuk hibah.
Baca Juga: Kunjungan Mentan Dalam Rangka Kembalikan Kejayaan Bawang Putih Sembalun
Lotim menjadi salah satu dari 14 kabupaten di Indonesia yang menjadi lokasi Program Upland. Program ini menyasar tiga kecamatan di dataran tinggi, yakni Kecamatan Sembalun, Wanasaba, dan Suela yang tersebar di sembilan desa.
"Komoditas utama yang dikembangkan adalah bawang putih, karena Lotim memiliki pengalaman panjang dalam budi daya bawang putih. Sejak era 1980-an dan bahkan Sembalun ditunjuk sebagai sentra produksi bibit bawang putih di Indonesia," jelasnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada sektor hulu (on-farming), melainkan juga menaruh perhatian besar pada sektor hilir (off-farming). ”Sehingga muara dari program ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani," katanya.
Baca Juga: Sembalun Jadi Pusat Pengembangan Bawang Putih Nasional
Selama periode 2021-2025, realisasi program disebut menunjukkan capaian signifikan. Luas lahan tanam bawang putih di Lotim mencapai 800 hektare dengan bantuan bibit sebanyak 640 ton senilai Rp 32 miliar.
Selain itu, program ini membangun infrastruktur pertanian berupa jalan usaha tani sepanjang 30 kilometer, enam unit lantai jemur, empat unit gudang produksi, 11 unit embung, 20 unit sumur dangkal, dan 12 unit irigasi perpipaan. Melalui Program Upland, turut disalurkan berbagai alat dan mesin pertanian.
"Kami meminta seluruh penerima manfaat, termasuk petani dan kepala desa untuk menjaga dan mempertahankan aset program," jelasnya. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic