LombokPost - Bawang putih Sembalun yang selama ini lebih banyak dipasarkan dalam bentuk segar mulai didorong menjadi produk olahan bernilai tambah.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (Unram) mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) Segara Muncar memproduksi pasta bawang putih premium pada 8-9 Mei 2026, di Desa Sajang Kecamatam Sembalun Kabupaten Lombok Timur.
Kegiatan bertajuk “Transformasi Bawang Putih Lokal Sembalun Menjadi Pasta Premium” tersebut dilaksanakan untuk membuka peluang usaha baru berbasis komoditas unggulan daerah.
Baca Juga: Siap Hadapi Akreditasi 2030, Unram Matangkan Strategi Lewat Sosialisasi SAPTO 2.0 BAN-PT
Pasta bawang putih dinilai lebih praktis digunakan dan berpotensi menjangkau pasar rumah tangga, ritel, hingga pelaku usaha kuliner.
Program ini diketuai Dr. Daeva Mubarika Raisa, S.Pt., M.Si., bersama tim Prof. Ir. Muktasam, M.Agr.Sc., Ph.D., Mutiara Mita Kasia, M.Sc., Dyah Ayu Suryaningrum, S.P., M.P., dan Luluk Lailatul Nurjannah, S.Pt., M.Sc. KWT Segara Muncar yang dipimpin oleh Ibu Hulpa Andriani menjadi mitra utama dalam kegiatan tersebut.
Ketua Pengabdi Daeva Mubariksa Raisa menjelaskan, pengolahan hasil panen merupakan salah satu cara memperkuat daya saing bawang putih Sembalun terkhusus bawang putih jenis “Sangga”.
Baca Juga: Unram Gandeng PT Agricon Technology Group, Sekaroh Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern di NTB
Produk olahan dapat memberi pilihan pemasaran yang lebih luas sekaligus mengurangi ketergantungan petani dan kelompok usaha pada penjualan komoditas segar.
Nilai kebaruan program ini terletak pada penerapan paket produksi yang utuh, bukan sekadar pelatihan membuat pasta bawang putih.
Pendampingan menggabungkan pemanfaatan bawang putih lokal Sembalun, pengeringan terkontrol menggunakan food dehydrator, penyusunan formulasi, pengendalian kebersihan dan mutu, hingga pengemasan.
Baca Juga: Riset Gaharu Unram 30 Tahun, Dari Senaru Lahir Model Konservasi Hutan Berkelas Dunia
Rangkaian tersebut disiapkan agar KWT memiliki alur produksi yang lebih seragam dan lebih siap dikembangkan ke skala usaha.
“Kami tidak hanya memperkenalkan resep. Kelompok juga dibekali alur produksi dari pemilihan bahan baku sampai pengemasan agar mutu produk dapat dijaga ketika usaha berkembang,” jelas Ketua Pengabdi.
Selama ini bawang putih Sembalun dikenal karena kualitasnya yang baik, aromatik, dan memiliki cita rasa khas.
Melalui inovasi pengolahan menjadi pasta premium, masyarakat tidak hanya menjual hasil panen.
"Tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan siap bersaing di pasar,” terangnya.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi tentang pentingnya hilirisasi produk pertanian, peluang usaha olahan bawang putih, dan strategi meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah diterapkan dalam kegiatan usaha kelompok.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik produksi.
Anggota KWT didampingi sejak tahap pemilihan bahan baku, pengupasan, pengeringan, penggunaan peralatan, penyusunan formulasi, hingga pengemasan yang higienis.
Peserta juga mendapat penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mutu, dan konsistensi produk.
Salah satu teknologi yang diperkenalkan adalah mesin pengering pangan atau food dehydrator.
Peralatan ini digunakan untuk membantu proses pengeringan bahan secara lebih terkontrol.
"Pemanfaatannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menghasilkan mutu yang lebih seragam, dan mendukung masa simpan produk yang lebih baik," tuturnya.
Ketua KWT Segara Muncar Hulpa Andriani mengapresiasi pendampingan tersebut.
Menurutnya, pelatihan memberi pengetahuan baru bagi anggota kelompok, terutama mengenai tahapan pengolahan bawang putih menjadi produk siap jual.
Ia berharap pendampingan dapat berlanjut agar pasta bawang putih Sembalun berkembang menjadi produk unggulan desa dan dipasarkan lebih luas.
"Semoga ini bisa jadikan bawang putih Sembalun berkembang jadi produk unggulan," imbuhnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan.
Diskusi, demonstrasi alat, dan praktik langsung membuat anggota kelompok lebih memahami proses produksi serta lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, Unram mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.
Pengembangan pasta bawang putih diharapkan memperkuat usaha KWT Segara Muncar, memperluas pasar produk lokal, serta mendukung pertumbuhan agroindustri bawang putih di Kabupaten Lombok Timur.
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : Lombok Post Online