Antisipasi OTT, Bupati Ingatkan Semua OPD dan BUMD Bekerja dengan Jujur

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:45 WIB
Haerul Warisin
Haerul Warisin

LombokPost- Untuk mengantisipasi  adanya pejabat yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), seperti yang menimpa Bupati Lombok Barat (Lobar) bersmaa sejumlah pejabat lainnya. Bupati Lombok Timur (Lotim) meminta semua kepala Dinas, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terutama PDAM dan Baznas agar bekerja dengan baik dan jujur. 

"Saya berharap semua kepala dinas dan sebagainya, termasuk Baznas, PDAM, Semua BUMD bekerjalah dengan jujur bekerjalah apa adanya, " Terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Selasa (21/7).

Ditekankan semua OPD dan tidak agar idak melakukan hal-hal yang tidak baik yang bisa membuat tersandung kasus hukum, seperti kejadian di Lombok Barat sekarang ini.

Baca Juga: Bupati LAZ, Dirut PAM Giri Menang Sudirman dan Dirut PT MSI Resmi Ditetapkan Tersangka oleh KPK

Diakui banyak program-program strategis yang berpotensi untuk membuat tersandung kasus hukum. Namun kata dia, ia sudah melakukan pemantauan dan pengawasan, salah satunya dengan melibatkan satuan pemeriksaan internal (SPI).

"Tadi saya tanya langsung kepada satuan pemeriksaan internal yang ada di sini (Baznas), ini sudah di SPI (Periksa-red), sudah katanya, berarti udah clear ya, " Ujarnya.

Untuk mengantisipasi adanya pejabat yang terbaring OTT. Dalam waktu dekat ini ia akan mengumpulkan seluruh OPD, BUMD, untuk diingatkan supaya berhati-hati dalam bekerja.

Baca Juga: Fee Proyek Diduga Dibayar dengan Alphard, Tim OTT KPK Sempat Ikut Nonton Bareng LAZ

Meskipun, sejauh ini belum ada kejadian apa-apa di Lotim. Kendati demikian, semua pejabat ditekankan untuk lebih berhati-hati.

"Kita sering ingatkan, pesannya jangan korupsi, intinya di situ, " Tutupnya. (par)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
laz KPK Korupsi hukum Bupati Lotim