Muhammad Tasywirudin Dilantik Jadi Kadis DKP Lotim, Bupati: Pejabat Lotim Harus Hindari Pemerasan

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:26 WIB
SUMPAH JABATAN: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin melantik Muhammad Tasywirudin sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim.
SUMPAH JABATAN: Bupati Lombok Timur Haerul Warisin melantik Muhammad Tasywirudin sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim.

LombokPost-Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin melantik Muhammad Tasywirudin sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lotim. Tasywirudin sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim.

“Pelantikan ini sangat istimewa. Kenapa istimewa, karena kalau telat dilakukan maka akan berbenturan dengan umur,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Rabu (22/7).

Ia meminta kepala dinas yang baru bekerja lebih giat. Sebab, masih banyak nelayan miskin di Lotim yang harus mendapat perhatian. Janji Menteri Kelautan dan Perikanan yang sebelumnya telah disampaikan diharapkan segera dijemput ke Jakarta.

Baca Juga: Rektor UMMAT Lantik Enam Pejabat Struktural, Dorong Inovasi dan Penguatan Internasionalisasi Kampus

Ia mendorong semua organisasi perangkat daerah (OPD) rutin berkoordinasi ke Jakarta dan menjemput program pemerintah pusat. Lotim membutuhkan banyak program untuk menjadi lebih baik.

“Silakan jemput bola ke pusat. Jemput bola itu penting. Kalau kita hanya diam di ruangan tidak akan bisa apa-apa. Bekerjalah dengan bagus. Masih banyak waktu untuk berbuat. Hal-hal yang kurang silakan dilengkapi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti kondisi Dermaga Labuhan Haji yang dinilai memiliki potensi cukup besar. Terutama sebagai tempat wisata atau tempat memancing bagi masyarakat. Namun, kondisi dermaga saat ini dinilai memprihatinkan karena kekurangan penerangan.

Baca Juga: Mutasi Besar di Polda NTB, Kapolda Lantik 8 Pejabat Utama dan 4 Kapolres Baru

Ia meminta Kepala DKP Lotim yang baru segera membuat proposal pemasangan lampu di sepanjang Dermaga Labuhan Haji untuk diajukan kepada kementerian.

Jika terwujud, pemasangan lampu diyakini berdampak terhadap jumlah kunjungan ke dermaga.

“Kalau itu dipasangkan lampu, maka banyak yang akan datang. Tidak hanya datang untuk memancing, tapi juga berwisata,” imbuhnya.

Program yang telah direncanakan DKP Lotim juga diharapkan segera dikerjakan. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Emas Buana, Kecamatan Jerowaru, harus dijaga dengan baik agar tidak rusak. Sebab, KNMP belum diserahterimakan.

Baca Juga: Dituding Lantik Keluarga Jadi Pejabat, Wali Kota Bima Buka Suara

KNMP tidak hanya akan menjadi tempat penampungan hasil tangkapan nelayan.

Kawasan itu juga akan menjadi tempat mangkal atau parkir perahu wisatawan yang datang dari Lombok Tengah untuk berselancar. Ia bahkan berencana mengembangkan Kecamatan Jerowaru sebagai kawasan pariwisata pesisir di Lotim.

“Kita akan lengkapi dengan fasilitas hotel. Sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, ia meminta semua OPD tidak antikritik. Menurutnya, tidak ada pemimpin yang luput dari kritik masyarakat. Ia meminta kritik menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.

Baca Juga: Lantik 89 Pejabat, Wali Kota Bima Ingatkan Jabatan Bukan Hadiah tapi Amanah

Ia juga meminta semua pejabat di lingkungan Pemkab Lotim berhati-hati dalam bekerja agar tidak tersandung kasus hukum seperti yang terjadi di beberapa daerah saat ini.

“Hati-hati terhadap kebijakan yang dilakukan, hindari berbuat kesalahan. Jangan coba-coba memeras orang. Makanya saya mengharamkan untuk disogok dalam mengangkat pejabat. Karena suatu saat pasti akan terbongkar,” katanya. (par/r7) 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Kelautan dan Perikanan perikanan Lantik Lotim Pejabat Esellon II