Alunan Budaya Pringgasela Fokus Gerakkan Ekonomi Warga

Supardi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:04 WIB
MALAM PUNCAK: Wakil Bupati Lombok Timur saat dipasangkan kain tenun khas Pringgasela saat menghadiri malam puncak Event Alunan Budaya Pringgasela. 
MALAM PUNCAK: Wakil Bupati Lombok Timur saat dipasangkan kain tenun khas Pringgasela saat menghadiri malam puncak Event Alunan Budaya Pringgasela. 

LombokPost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh Edwin Hadiwijaya menyebut fokus utama Alunan Budaya Pringgasela untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Sementara untuk menarik wisatawan asing, dibutuhkan kegiatan yang lebih luas.

“Event ini lebih difokuskan pada penggerakan ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya pada malam puncak Satu Dekade Alunan Budaya Pringgasela, Minggu (26/7).

Menurut dia, upaya menarik wisatawan asing perlu dilakukan di tempat yang lebih luas. Kegiatan juga tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi digelar di lokasi lain dan saling terhubung.

Baca Juga: Melihat Acara Satu Dekade Festival Alunan Budaya Pringgasela, Gelar Sembilan Proses Menenun, Hingga Pertunjukan Kolosal tentang Srimananti

Ia mengakui kegiatan ini belum begitu menarik wisatawan asing. Namun, dampaknya sangat dirasakan masyarakat Pringgasela dan desa-desa sekitar.

“Dampak ekonomi bagi masyarakat baik di lokasi kegiatan dan sekitarnya selalu dicatat setiap tahun. Karena ini menjadi salah satu penilaian untuk menentukan keberlanjutan Karisma Event Nusantara (KEN),” katanya.

Alunan Budaya diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi kebanggaan Lotim di kancah nasional.

Baca Juga: Alunan Budaya Pringgasela Dongkrak Ekonomi UMKM

Plh Direktur Poltekpar Lombok Amirosa Ria Satiadji mengapresiasi Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya serta masyarakat. Mereka dinilai memiliki semangat dan kolaborasi dalam mengembangkan pariwisata melalui penyelenggaraan kegiatan berkualitas.

Menurut dia, Alunan Budaya menjadi perayaan identitas dan akar budaya yang terus dirawat. Kegiatan itu juga dikemas secara kreatif agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

“Event ini bukan sekadar menampilkan kekayaan budaya, keindahan alam, dan kreativitas, kegiatan ini juga mampu dioptimalkan untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: SMAN 9 Mataram Guncang Panggung TVRI! Menjaga Karakter Lewat Alunan Musik Sasak

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan berharap seluruh kabupaten dan kota di NTB menyelenggarakan kegiatan kebudayaan. Langkah itu menjadi upaya menumbuhkan kemandirian masyarakat.

“Lotim memiliki potensi terbesar untuk pengembangan wisata budaya di NTB,” katanya.

Pemprov NTB bersama Pemkab Lotim berkomitmen terus mengembangkan Pringgasela menjadi destinasi wisata budaya unggulan NTB. Ihwan juga mengapresiasi pergerakan anak muda di Lotim yang telah menyelenggarakan kegiatan itu.

Baca Juga: Menonton Seni Kolosal Spektakuler yang Menyajikan Sembilan Tahapan Menenun Dalam Drama, Tari, dan Musik di Malam Puncak Alunan Budaya 'Nyiwaq'

Terkait promosi produk lokal seperti kain tenun, Gubernur NTB disebut telah membuat tempat promosi di belakang Islamic Center. Tempat itu khusus mempromosikan kain tenun dari NTB.

“Kita sudah membuat namanya Bale Kita yang ada di belakang Islamic Center. Khusus untuk mempromosikan tenun-tenun yang ada di NTB,” ujarnya. 

 

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
tenun pringgasela alunan budaya desa pringgasela Ekonomi KEN tenun