LombokPost-Selain menyiapkan lahan, Pemkab Lombok Timur (Lotim) juga akan menyediakan fasilitas kesehatan di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kecamatan Jerowaru. Fasilitas itu disiapkan karena jarak layanan kesehatan dengan lokasi SR dinilai cukup jauh.
“Kita sudah masukkan layanan kesehatan juga menjadi fasilitas penunjang Sekolah Rakyat. Termasuk juga fasilitas olahraga juga akan ada di sana,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (24/7).
Menurut dia, lahan untuk pembangunan SR permanen di Lotim masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Pemkab Lotim tengah mengurus pelepasan status lahan itu di Kementerian Pertanian sebelum pembangunan dilakukan.
Proses pelepasan status LSD diharapkan segera selesai agar pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen dapat dilakukan sesuai rencana.
“Mudah-mudahan bisa segera selesai. Kami sedang mengurus pelepasan lahannya sekarang, nanti kami ganti dengan lahan lain,” katanya.
Menurut Haerul, SR merupakan program yang cukup bagus dan harus didukung. SR tidak hanya menyediakan pendidikan gratis.
Pemerintah juga akan memenuhi kebutuhan dasar siswa selama mengikuti proses belajar mengajar. Orang tua mereka juga akan mendapat bantuan.
Sementara itu, Kepala SRMA 38 Lotim Ahmad Apandi mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Lotim masuk tahap ketiga pada Oktober mendatang. Sekolah permanen itu akan menyediakan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Baca Juga: Penjangkauan Siswa Baru SRMA 38 Lotim Tembus 348 Anak
“Siswa baru angkatan 2026 ini dititip dulu selama satu tahun di SR permanen yang ada di Lombok Utara, sementara bangunan sekolah di Lotim jadi. Kalau siswa angkatan sebelumnya tetap menjalani program seperti biasanya di gedung SRMA 38 Lotim saat ini,” katanya.
Pemkab Lotim telah menyiapkan lahan sekitar 7,3 hektare di Dusun Erot, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, untuk pembangunan SR permanen.
Selain bangunan sekolah, pemerintah juga akan membangun asrama siswa, asrama guru, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Terkait status lahan itu, Ahmad belum mengetahui secara pasti. Namun, ia berharap pembangunan sekolah permanen dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pada tahun ajaran baru seluruh siswa berada di satu sekolah. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post