LombokPost-Kemarau tahun ini tidak terlalu terasa bagi sebagian besar masyarakat Kecamatan Jerowaru yang selalu menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Kini kehadiran Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) memberikan kehidupan baru bagi masyarakat selatan.
Sebuah mobil tangki melaju kencang dari arah selatan menuju utara membelah gerimis yang masih turun siang itu. Mobil itu baru saja selesai mengantarkan air bersih ke beberapa dusun yang ada di pelosok di daerah selatan Lombok Timur (Lotim).
Sementara sumur Tutuk Jerowaru yang selama ini menjadi satu-satunya mata air di selatan dan menjadi tempat parkir puluhan mobil tangki telihat sepi. Tidak seperti biasanya. Karena permintaan pendistribusian air ke beberapa daerah sudah tidak lagi dilakukanseiring dengan beroperasinya SPAM Pantai Selatan yang selama ini di tunggu-tunggu masyarakat selatan.
Salah seorang warga Dusun Seriwe, Desa Seriwe Ratna menyampaikan, sejak April lalu, air SPAM sudah masuk ke Desa Seriwe. “Tapi masih ada yang belum pasang water meter sampai sekarang,” kata Ratna, Kamis (24/7).
Baca Juga: Ringankan Beban Warga Terdampak Kekeringan, Brimob Polda NTB Turun Salurkan Air Bersih di Kota Bima
Saat ini kondisi air SPAM belum begitu normal atau lancar. Dan tidak mengalir setiap hari ke rumah-rumah warga. Kalaupun mengalir setiap hari debitnya tidak terlalu besar. Karena masih dalam proses perbaikan jaringan.
Debit air biasanya besar saat 1-2 dua hari. Namun kondisi ini telah diantisipasi oleh warga dengan menampung air menggunakan bak atau tandon air. Sehingga masyarakat sudah tidak takut lagi kekurangan air.
“70 persen masyarakat sudah punya jaringan ke rumahnya. Adapun yang belum punya, mereka akan ambil air dari tetangga,” katanya.
Baca Juga: Sumur Bor Jadi Kebutuhan Mendesak Warga NTB Menghadapi Bencana Kekeringan
Kini masyarakat Seriwe sudah jarang membeli air. Namun tetap ada beberapa orang yang masih membeli. Terutama masyarakat yang tinggal di daerah pelosok-pelosok yang belum memiliki jaringan SPAM.
Diceritakan, sebelum air SPAM Pantai selatan masuk, masyarakat biasanya membeli air tangki dua hingga tiga kali dalam sebulan. Harganya Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per tangki. Air tangki ini hanya dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci saja.
“Kalau untuk masak dan minum kita beli lagi air galon. Satu galon seharga Rp 6 ribu. Satu minggu itu kita beli 3-4 kali. Bahkan kita juga menggunakan air hujan,” kenangnya.
Baca Juga: Lawan Dampak El Nino, BNPB Bangun Sumur Bor di Daerah Rawan Kekeringan NTB
Tahun ini merupakan tahun pertama masyarakat menikmati air bersih langsung. Sehingga ia belum mengetahui kondisi debit air nantinya ketika puncak kemarau. Namun diperkirakan kondisi kemarau tahun ini tidak akan parah seperti puluhan tahun sebelumnya.
Pj Kepala Desa Sekaroh Suaibun Suadi menyampaikan saat ini air SPAM pantai selatan belum masuk di desanya. Sehingga masyarakat masih membeli air tangki. Namun saat ini sedang pemasangan jaringan perpipaan SPAM menuju Desa Sekaroh.
“Diperkirakan bulan Agustus mendatangkan air sudah mengalir ke Desa Sekaroh,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Daerah di NTB Tetapkan Status Siaga Darurat, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan
Sementara itu, Camat Jerowaru Sirah menambahkan dari 15 desa di Kecamatan Jerowaru, sebagian besar sudah dialiri air SPAM pantai selatan. Hanya Desa Sekaroh yang sama sekali belum dimasuki air SPAM pantai selatan. Karena masih proses pemasangan jaringan perpipaan.
“Kalau Sekaroh memang belum masuk airnya. Kalau desa yang lain sudah. Kemudian warga yang ada di pelosok-pelosok juga belum, karena belum punya akses,” pungkasnya. (*/r3)
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Lombok Post