Bupati Haerul Warisin Lantik Empat Kepala Dinas

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:02 WIB
SUMPAH JABATAN: Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya saat memimpin pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon II dan administrator lingkup Pemkab Lotim.
SUMPAH JABATAN: Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya saat memimpin pengambilan sumpah jabatan sejumlah pejabat eselon II dan administrator lingkup Pemkab Lotim.

LombokPost-Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemkab Lombok Timur (Lotim) dilantik di Pendopo Bupati Lotim, Senin malam (3/8). Pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran birokrasi.

“Pada pelantikan ini kepala bidang naik menjadi sekretaris, kemudian sekretaris naik jadi kepala dinas. Struktur ini sudah bagus. Kalau ada sekretaris yang pindah ke sekretaris lagi, tinggal menunggu masa saja untuk diangkat jadi eselon II. Kata kuncinya perbaiki kinerja dulu,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin.

Pejabat eselon II yang dilantik meliputi Sekretaris Dinas Perindustrian Lalu Alwan Wijaya sebagai Kepala Dinas Perindustrian; Sekretaris Dinas Pariwisata Sosiawan Putraji sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Baca Juga: Persiapan PON 2028 Makin Panas, KONI NTB Patok Tenggat Mutasi Atlet Agustus Ini

Kemudian, Sekretaris Dinas PUPR M Irham Jayadi sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Terakhir, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Taufik Hidayatullah sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Menurut Haerul, setiap pejabat harus memahami tugas pokok dan fungsi sebagai pedoman bekerja. Mereka juga diharapkan lebih kreatif dan jeli membaca peluang program dari pemerintah pusat.

Saat ini, masih banyak jabatan eselon II dan III yang diisi pelaksana tugas (Plt). Haerul berharap jabatan itu dapat segera diisi pejabat definitif agar kinerja pemerintah semakin optimal.

Baca Juga: Cak Imin Lantik Pengurus DPC PKB se-NTB, Kompak Kenakan Pakaian Adat 

“Jadi kalau sudah didefinitifkan jangan ada lagi pikiran kalau saya akan dipindah ke sini, pindah ke sana. Tapi harus semangat bekerja dan berikan yang terbaik. Tolong semangatnya dibangkitkan kembali sebangkit-bangkitnya,” katanya.

Haerul mengakui Pemkab Lotim belum mampu memberikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) lebih besar seperti daerah lain. Bahkan, mempertahankan besaran TPP saat ini cukup sulit karena kondisi fiskal daerah sangat terbatas.

Namun, kondisi itu diharapkan tidak mengurangi semangat aparatur dalam bekerja. Haerul juga meminta seluruh pejabat tidak lagi membawa persoalan politik maupun pilihan politik dalam menjalankan tugas.

Baca Juga: Gerbong Mutasi Kejari Loteng Bergerak, Putri Ayu Dipindah ke Kulon Progo

“Sekarang saatnya kita fokus bekerja untuk melayani masyarakat, bukan saatnya lagi kita menyebut pilihan atau berpolitik,” tegasnya.

Haerul juga menyoroti sejumlah wilayah yang memiliki potensi besar, tetapi belum memberikan sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal. Salah satunya Sembalun dan Tetebatu yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama wisatawan mancanegara.

Namun, capaian pembayaran pajak di dua kawasan itu masih rendah. Padahal, kawasan pariwisata itu membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan untuk menunjang aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga: Bupati dan Tim TPK Mulai Godok Mutasi ASN KLU

Karena itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diminta lebih giat menggali potensi PAD. Pendapatan itu dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Lotim.

“Selain itu kita juga harus giat melakukan jemput bola ke pusat. Seperti yang saat ini tengah kita perjuangkan yakni program LSDP atau pengolahan sampah dengan 30 kabupaten di Indonesia,” katanya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kinerja pejabat Bupati Lotim Lotim Mutasi