LombokPost-Pemkab Lombok Timur (Lotim) mewaspadai penyebaran True Crime Community (TCC) yang disebut menyasar anak-anak dengan paham kekerasan ekstrem. Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim M Juaini Taofik menyebut persoalan itu bahkan telah masuk ke salah satu kecamatan dan kini ditangani bersama Polres serta Densus 88.
“Sekarang ini kita sedang menangani dan mengantisipasi bagaimana supaya akun yang namanya true crime community (TCC) tidak menyebar di Lotim. Kemarin Provinsi lain sudah banyak yang terserang,” terang Sekda Lotim H M Juaini Taofik pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Taman Rinjani Selong, Minggu (9/8).
Menurut dia, grup atau komunitas daring itu cukup dikenal karena memiliki minat mendalam terhadap kasus-kasus kejahatan. Anggota kelompoknya kerap terinspirasi berbagai aksi brutal.
Baca Juga: Hari Pengayoman ke-81, Kanwil Kemenkum NTB Salurkan Bantuan untuk Anak Panti Asuhan Al Hidayah
Juaini menyebutkan, berdasarkan penelusuran Densus 88, kelompok itu menyasar anak-anak dengan paham kekerasan ekstrem. Sejumlah anak di berbagai provinsi sudah terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Melalui grup itu, anak-anak sangat berpotensi terpengaruh untuk melakukan tindak kekerasan dan ekstremisme.
“Setelah kita tracking dengan Densus 88, ternyata itu ada yang mengendalikan dari Jerman. Mereka membuat grup dan itu melakukan kekerasan dengan sasarannya adalah anak,” ungkap Sekda.
Sekda menyebut, masalah itu bahkan sudah masuk ke salah satu kecamatan di Lotim. Pemkab Lotim saat ini tengah melakukan penanganan dan pendalaman bersama Polres dan Densus 88 terkait keberadaan grup TCC.
Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026: Semua Setara, tetapi Sudahkah Semua Anak Riang Berwisata?
“InsyaAllah setelah tertangani, kita akan press rilis, sekarang kita belum bisa ekspos,” ujarnya.
Lebih lanjut, Juaini, persoalan anak tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan sektoral. Penanganannya tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), namun, dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak lain.
“Pemkab Lotim akan terus berkomitmen untuk membangun kolaborasi guna mewujudkan anak-anak Lotim yang ceria, aman, dan mampu berkarya untuk masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Lotim Muksin menyampaikan, pada peringatan Hari Anak, ada tiga hal yang menjadi perhatian. Pertama, melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Kedua, menjamin pemenuhan pendidikan anak. Ketiga, memenuhi kebutuhan kasih sayang terhadap anak.
“Anak merupakan amanah dari Allah yang harus dijaga, harus disayangi, dipenuhi hak-haknya, pendidikannya dan memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak,” katanya. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post