LombokPost-Minimnya fasilitas pendukung tidak membuat semangat Shellonitha Cahaya Putri Darmawan pudar untuk meraih mimpi menjadi atlet sepatu roda. Justru dari sarana terbatas itu, semangatnya terus tumbuh hingga berhasil meraih medali emas pada Porprov NTB 2026.
Bekas luka di kedua lutut Shellonitha Cahaya Putri Darmawan masih belum hilang. Luka itu menjadi bagian dari perjuangan atlet sepatu roda asal Lombok Timur (Lotim) tersebut hingga akhirnya berdiri di podium tertinggi cabang olahraga (cabor) sepatu roda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Bahkan saat bertanding, rasa perih di kaki terkadang masih terasa. Namun, kondisi itu tidak membuatnya menyerah. Perjuangan keras akhirnya mengantarkan Shellonitha meraih medali emas pada Porprov NTB 2026.
Baca Juga: Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Borong Medali Porprov NTB
“Mulai terjun di dunia olahraga sepatu roda sejak umur 4 tahun, ikut latihan di komunitas Rinjani Inline Skater,” terang Shello, siswi kelas IX SMPN 1 Selong, Selasa (11/8).
Sejak duduk di kelas V SD, Shello bahkan pernah terpilih mewakili Lotim pada Porprov NTB. Kala itu, ia hanya mampu membawa pulang medali perunggu. Pada Porprov 2026, Shello kembali mewakili Lotim dan berhasil meraih medali emas pada nomor speed slalom.
Keberhasilan itu tidak hanya mengharumkan nama sekolah dan Lotim. Prestasinya juga mengantarkan Shello kembali terpilih untuk berlaga di tingkat nasional. “Alhamdulillah pada PON 2028 mendatang, saya dipercaya lagi untuk mewakili NTB di cabor speed slalom,” katanya.
Baca Juga: Bikin Bangga! Puluhan Medali PORPROV XII NTB Dikalungkan Ulang di Lapangan SMAN 9 Mataram
Sejak kecil, Shello sudah mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari musik, bela diri, hingga beberapa kegiatan lainnya. Namun, bakatnya lebih condong ke sepatu roda. Bermain sepatu roda membuat Shello merasa lebih percaya diri sehingga memilih menekuni olahraga itu.
Namun, perjuangan mendapatkan medali emas bukan perkara mudah. Jatuh bangun di arena sudah menjadi hal biasa bagi Shello hingga kedua lututnya terluka. Di sisi lain, Lotim belum memiliki tempat latihan khusus sepatu roda seperti sejumlah cabor lainnya. Karena itu, Shello dan atlet lainnya kerap berpindah tempat untuk berlatih.
Dalam seminggu, Shello biasanya berlatih tiga kali setiap sore di GOR Hamzanwadi. Mereka juga kerap berlatih di jalan depan Taman Rinjani Selong saat car free day (CFD). Bahkan, tidak jarang jalan raya digunakan sebagai tempat latihan.
Baca Juga: Siswa SMPN 2 Mataram Borong Tiga Medali Porprov NTB, Rafa Raih Emas Renang
“Kalau Minggu pagi kami latihan saat CFD di depan kantor BRI Cabang Selong,” jelasnya.
Tempat latihan selama ini menjadi kendala utama bagi komunitas sepatu roda Lotim. Shello menyayangkan komunitas sepatu roda belum memiliki wadah khusus untuk mengasah kemampuan mereka.
Ia berharap Pemkab Lotim memberikan perhatian dengan menyediakan tempat latihan khusus dan memadai. Fasilitas itu diharapkan dapat mendukung pengembangan bakat sekaligus mencetak atlet sepatu roda yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Baca Juga: Atlet KLU Mentereng di Porprov, DPRD Sarankan Pemda Bangun GOR
“Kendalanya kita hanya di tempat latihan saja, sehingga kita tidak bisa maksimal saat berlatih. Mudah-mudahan dengan medali emas kemarin pak bupati bisa membuatkan tempat yang layak untuk berlatih, sehingga tidak pindah-pindah saat latihan,” tutupnya. (*/r7)
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post