LombokPost-Puluhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lombok Timur (Lotim) yang pembangunannya sudah mencapai 100 persen mulai menerima sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari kendaraan truk, roda tiga, dan rak dagang.
“Beberapa koperasi sudah ada yang menerima fasilitas, seperti kendaraan truk, kemudian roda tiga dan rak dagang,” terang Dandim 1615/Lotim Letkol Inf Hadiyansyah, Kamis (13/8).
Kata dia, proses pembangunan KDKMP di Lotim terus berjalan. Dari 127 unit yang telah dibangun pada tahap pertama, sebanyak 28 unit pembangunannya telah mencapai 100 persen dan mulai menerima fasilitas pendukung.
Baca Juga: KDKMP dan Jalan Baru Ekonomi Desa NTB
Pemberian fasilitas tidak dilakukan secara serentak. Namun, diberikan secara bertahap sesuai laporan dari Kodim. Termasuk isi gerai KDKMP nantinya.
“Jadi fasilitas itu datang berdasarkan laporan kami kepada pusat, bahwa koperasi A, B, C sudah selesai, maka pusat akan mengirim fasilitas,” terangnya.
Sementara untuk sumber daya KDKMP, terutama manajer koperasi, juga disebut sudah siap. Bahkan, mereka sudah mengikuti pelatihan. Termasuk personel lainnya juga sudah mendapatkan pelatihan dasar.
Baca Juga: 127 KDKMP Lotim Ditargetkan Beroperasi Agustus
Keberadaan KDKMP diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu, manajer Kopdes atau personel Kopdes ditekankan untuk tidak berpikir mencari keuntungan hanya untuk diri sendiri maupun kelompok tertentu.
“Semua manajer koperasi ini satu persepsi, yaitu menggerakkan perekonomian desa. Karena koperasi ini dibentuk bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat di desa itu,” tegasnya.
Keberadaan koperasi nantinya akan menjadi distributor. Barang yang dijual koperasi diharapkan memiliki harga terjangkau dan dapat memutus mata rantai dagang. Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa membeli bahan pokok atau barang lainnya di Kopdes.
Baca Juga: DPR Apresiasi Penghentian Latsarmil KDKMP, Kemenhan Jangan Cuma Ganti Nama!
Selain itu, Kopdes juga diharapkan menjadi tempat menampung berbagai produk UMKM di Lotim. Koperasi yang pembangunannya sudah 100 persen pada tahap pertama rencananya akan diluncurkan pada 17 Agustus oleh Presiden.
“Secara nasional ada sekitar 20 ribu Kopdes akan dilaunching,” katanya.
Disebutkan, sebanyak 127 KDKMP di Lotim akan masuk dalam pembangunan tahap kedua. Sebagian besar kendala yang dihadapi adalah persoalan lahan. Namun, pihaknya bersama Pemkab Lotim telah berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah itu.
Baca Juga: 32 Peserta Latsarmil dalam Kondisi Hamil, Stop Pelatihan Militer untuk Pengurus KDKMP!
Dia optimistis persoalan lahan akan selesai dan tidak menjadi hambatan besar selama pemerintah daerah dan pemerintah desa terus berkomunikasi. Lokasi pembangunan ditekankan berada di tempat strategis dan mudah dijangkau masyarakat.
“KDKMP harus berada di tempat yang strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Lokasinya harus dekat dengan pemukiman,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hambali menyampaikan, desa yang belum membangun KDKMP terkendala persoalan lahan. Berbagai skema telah diupayakan untuk memfasilitasi desa/kelurahan agar dapat membangun gerai KDKMP. Mulai dari penggunaan lahan pecatu, tukar guling, hingga pinjam pakai dengan desa lain.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post