Karang Taruna Prabu Rinjani Santuni 166 Anak Yatim

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:14 WIB
ANAK YATIM: Wakil Bupati Lombok Timur bersama sejumlah pihak memberikan santunan kepada 166 anak yatim di Desa Lendang Nangka Utara pada kegiatan Tablig Kebangsaan.
ANAK YATIM: Wakil Bupati Lombok Timur bersama sejumlah pihak memberikan santunan kepada 166 anak yatim di Desa Lendang Nangka Utara pada kegiatan Tablig Kebangsaan.

LombokPost-Karang Taruna Prabu Rinjani Desa Lendang Nangka Utara menggelar Tablig Kebangsaan dan santunan kepada ratusan anak yatim piatu. Kegiatan ini digelar untuk memperingati HUT ke-81 RI dengan mengangkat tema meneladani pahlawan, mewujudkan pemimpin amanah, merawat kemerdekaan dengan syar Islam, dan memuliakan anak yatim.

“Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur yang telah membantu kegiatan ini, seperti Asosiasi Pengusaha Muda dan Azwar Katering yang selama ini banyak membantu berbagai kegiatan karang taruna, kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan di Lendang Nangka Utara,” terang Ketua Karang Taruna Prabu Rinjani Lendang Nangka Utara Saifullah, Selasa malam (18/8).

Kata dia, panitia sempat ragu menggelar acara ini karena membutuhkan dana yang cukup besar. Terutama untuk menyantuni sebanyak 166 anak yatim piatu se-Desa Lendang Nangka Utara. Namun, berkat dukungan para donatur, acara ini akhirnya bisa terlaksana.

Baca Juga: Teknologi Tepat Guna KKN UMMAT Permudah Pemupukan Lahan Pertanian Petani di Lendang Nangka Utara

Sementara itu, Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya mengapresiasi seluruh panitia dan semua pihak yang telah menginisiasi kegiatan itu. Tema yang diangkat dalam tablig kebangsaan ini menurutnya bukan hanya sekadar tentang Islam dan kebangsaan, melainkan momen penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.

“Pemerintahan kami itu mengusung Visi Lotim Smart. Di mana huruf R itu adalah religius, kami sadar betul bahwa masyarakat kita sangat religius. Salah satu buktinya banyaknya pondok pesantren,” katanya.

Nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan harus berjalan beriringan. Untuk itu, tema yang diangkat pada acara ini dinilai sudah sangat pas. Melalui acara ini, ia mengajak seluruh masyarakat berkomitmen menjaga kerukunan dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Baca Juga: Jembatan Lendang Nangka Utara Segera Rampung

 

Selain itu, dia juga menyoroti perkembangan sekaligus ancaman teknologi saat ini yang dapat memengaruhi tingkah laku dan perilaku anak-anak. Bahkan, ancaman itu sudah sampai ke dalam rumah melalui HP yang ada di genggaman masing-masing.

Keberadaan pondok pesantren yang tersebar di seluruh pelosok Lotim, serta adanya tuan guru di setiap pondok pesantren, diakui sangat penting. Mereka memberikan tausiah, ceramah, dan pelajaran-pelajaran, khususnya terkait bidang keagamaan untuk memperkuat iman dan menjaga hubungan antarsesama agar masyarakat tetap damai, tenang, dan tenteram.

“Jika suatu daerah itu kondisi wilayahnya, keamanannya dan kesejahteraannya bisa tetap terjaga. Itu adalah berkah dari para tokoh-tokoh agama dan tuan guru kita yang senantiasa memberikan kita pencerahan,” katanya.

Sementara itu pemilik Azwar Katering, Azwar Jauhari menyampaikan pemberian santunan kepada anak yatim sudah rutin dilakukan di 15 dusun yang ada di Desa Lendang Nangka Utara. Bahkan setiap acara keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat, katering Azwar selalu ambil bagian untuk mensuport kegiatan masyarakat.

 

“Alhamdulillah kami juga ada program jumat berkah. Di mana setiap pembangunan masjid. Kami berikan bantuan semen. Jadi kami tidak hanya menyasar anak yatim piatu saja, tapi ikut terlibat mensuport kegiatan kepemudaan, kegiatan sosial dan lainnya, “ jelasnya.(par/*/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
tablig kebangsaan Santunan Anak Yatim hut ri santunan Lotim