LombokPost-Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh. Edwin Hadiwijaya berjanji segera memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel. Hal itu ditegaskan setelah puluhan masyarakat Desa Kalijaga Timur melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Lotim.
“Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Kalijaga Timur, yang telah menyampaikan aspirasinya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk segera merespons aspirasi masyarakat,” terang Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya, Jumat (21/8).
Dia menjelaskan, Jalan Kalijaga Timur yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Suralaga, Labuhan Haji, dan kecamatan lainnya sudah menjadi prioritas untuk diperbaiki. Sebab, jalan itu berstatus sebagai jalur ekonomi aktif.
Baca Juga: Warga Tagih Janji Perbaikan Jalan Kalijaga Timur
Kata dia, jalan itu sebelumnya telah masuk dalam prioritas perbaikan pada 2027 mendatang. Namun, karena banyak gejolak dan tuntutan dari masyarakat, ia berjanji perbaikan jalan itu akan dipercepat pada APBD Perubahan 2026.
“Setelah APBD perubahan ditetapkan oleh DPRD, jalan tersebut akan segera kita kerjakan,” jelasnya.
Ia bahkan meminta masyarakat mengawal aspirasi mereka saat pembahasan APBD Perubahan di DPRD nantinya. Dengan begitu, jalan yang rusak dengan total panjang 9 kilometer itu bisa diperbaiki sebagaimana keinginan warga.
Sementara itu, Kepala Desa Kalijaga Timur Hiswaton menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan. Pihak desa juga telah memberikan pemahaman kepada masyarakat. Namun, masyarakat sudah bosan dijanjikan perbaikan. Pemkab Lotim sejak 2024 lalu telah berjanji segera memperbaiki jalan itu. Namun, hingga 2026 ini tidak kunjung terealisasi.
“Masyarakat sudah beberapa kali melakukan protes baik dengan memblokade jalan, menanam pisang di sepanjang jalan. Dan terakhir kemarin turun ke kantor bupati untuk menuntut supaya jalan ini segera diperbaiki,” katanya.
Untuk itu, dia sangat berharap Pemkab Lotim segera menepati janji memperbaiki jalan itu. Selain mengganggu pengguna jalan, kerusakan juga mengganggu aktivitas masyarakat akibat debu yang beterbangan, terlebih saat musim kemarau.
Baca Juga: Hujan Datang, Jalan Kalijaga Timur Jadi Kubangan
“Musim hujan jalannya dipenuhi kubangan, musim kemarau jalan jadi berdebu. Kasihan masyarakat. Sementara jalan ini satu-satunya akses masyarakat,” pungkasnya. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post