Empat Ruang Asrama MA NW Mua'allimin Anjani Lombok Timur Terbakar

Supardi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 00:10 WIB
PADAMKAN: Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran dan Polisi sedang memantau kondisi laki kejadian setelah berhasil dipadamkan.
PADAMKAN: Sejumlah petugas pemadam kebakaran dan polisi sedang memantau kondisi asrama usai berhasil memandamkan api, Ahad (23/8).

 

LombokPost- Tiga ruang asrama dan satu ruang laboratorium Madrasah Aliayah (MA) NW Mua'allimin Anjani, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur dilalap si jago merah, sekitar pukul 21.30 Wita, Ahad (23/8). Beruntung api berhasil dipadamkan setelah empat mobil pemadam kebakaran Lotim dikerahkan untuk memadamkan api. 

"Untuk penyebab kebakaran belum bisa kita simpulkan, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim, api berhasil dipadamkan sekitar 40-50 menit. Untuk korban jiwa tidak ada, "Terang Kapolres Lotim AKBP Ariakta Gagah Nugraha ditemui di lokasi kejadian, Ahad (23/8) malam. 

Polisi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan para saksi-saksi dan barang bukti di TKP. 

Baca Juga: Alfamart Salurkan Bantuan CSR untuk Korban Kebakaran di Kampung Adat Sade

Dia menekankan seluruh pondok pesantren, untuk lebih memperhatikan arus listrik. Termasuk kepda para santri untuk tidak sembarangan menyalakan api yang berpotensi memicu kebakaran. 

"Kemudian para siswa juga bisa lebih disiplin, mungkin apabila ada yang menyalakan api, baik itu lilin atau lain sebagainya, agar sama-sama saling mengingatkan,"katanya.

Selain itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan lebih memperhatikan arus listrik, kompor dan lainnya yang dapat memicu kebakaran. 

Baca Juga: BREAKING NEWS! Desa Adat Sade Kebakaran, Damkartan Loteng Terjun ke Lokasi

Sementara Itu, M Zuhri, salah seorang pengasuh pondok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Damkarmart, TNI-Polri dan semua pihak yang telah membantu dengan memadamkan api, sehingga tidak merembet ke bangunan yang lain. 

"Berdasarkan cerita dari santri mereka pertama mendengar ada suara ledakan dari listrik, mungkin arus pendek listrik,"katanya.

Kata dia, bangunan yang terbakar tersebut juga merupakan bangunan lama, sehingga diperkirakan jaringan listrik ada yang rusak sehingga terjadinya korsleting listrik dan memicu kebakaran. 

Baca Juga: ​Kebakaran Desa Adat Sade, Nanang Samodra Desak Penanganan Cepat dan Trauma Healing Jelang MotoGP

"Mungkin jaringan listriknya ada yang rusak dimakan tikus atau apa. Insya Allah nanti kami kan cek semua jaringan listrik yang lain," katanya. 

Kadis Damkarmat Lotim Wilayah menyampaikan saat menerima informasi, angotanya langsung menuju TKP dengan menerjunkan empat armada. Dua armada dari Mako Damkar dan dua lainnya dari pos Pringgabaya dan Terara. 

"Kami sangat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana kebakaran ini. Karena bulan ini saja hampir 20 kejadian sudah terjadi baik rumah maupun lainnya," tutupnya.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : Lombok Post
si jago merah Ma NW Mua'allimin Anjani korsleting listrik Pondok Pesantrean Kebakaran