LombokPost-Akademisi Universitas Mataram bersama BRIN akan mengembangkan aplikasi trekking untuk meningkatkan keamanan pendaki Gunung Rinjani. Aplikasi itu dirancang dapat melacak posisi pendaki hingga mengirim tanda bahaya meski berada di kawasan tanpa sinyal.
“Sehingga kita bisa mengetahui posisi mereka di mana, terutama saat tersesat,” terang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram Akhmad Saufi ditemui di Kantor Bupati Lotim belum lama ini.
Dia menjelaskan, aplikasi ini akan dikembangkan dengan melihat kondisi Rinjani, terutama terkait jaringan internet. Tidak semua titik di Rinjani memiliki sinyal atau jaringan telekomunikasi. Karena itu, aplikasi ini akan dirancang agar dapat digunakan tanpa sinyal.
Baca Juga: Kawasan Selatan Rinjani Racik Wisata Berbasis Pertanian
Selain itu, aplikasi ini nantinya akan dilengkapi dengan kode atau tanda pertolongan jika sewaktu-waktu terjadi bahaya selama pendakian. Dengan demikian, pengelola atau tim SAR bisa segera bergerak menuju lokasi.
“Begitu ada kode bahaya dikirim, tim atau pengelola bisa bergerak cepat untuk membantu. Sehingga kita harapkan aplikasi bisa membantu meminimalisir kejadian di pendakian,” katanya.
Program ini disebut menjadi bagian dari program Profesor Berdampak Unram yang dilakukan di lingkar selatan Rinjani, khususnya di sektor wisata. Jalur selatan akan menjadi lokasi uji coba sebelum penggunaannya diperluas ke jalur-jalur lain, seperti jalur Sembalun maupun Senaru.
Baca Juga: Empat Desa Atur Pendakian Jalur Selatan Rinjani
Selain meningkatkan keamanan pendakian, pemanfaatan aplikasi ini juga akan diperluas. Salah satunya untuk membantu kelompok sadar wisata (Pokdarwis) mengatur pembagian tugas, meningkatkan transparansi keuangan, dan memantau kinerja.
“Mudah-mudahan aplikasi ini tahun depan bisa jadi dan bisa diterapkan,” katanya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post