LombokPost-Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen Lombok Timur direncanakan beralih dari Kecamatan Jerowaru ke eks bangunan Akademi Keperawatan (Akper) di Kecamatan Sakra. Pemprov NTB telah mengusulkan lokasi di Sakra kepada Kementerian Sosial, namun penetapan lokasi masih menunggu keputusan kementerian.
“Lokasi SRMA 38 Lotim sekarang ini akan dijadikan sebagai SR permanen,” terang Kepala Dinas Sosial Lotim Siti Aminah kepada Lombok Post di ruang kerjanya, Jumat (4/9).
Salah satu pertimbangan peralihan lokasi karena proses pembangunan SR di Jerowaru dinilai akan lebih lama. Sebab, lahan itu masih berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau lahan sawah dilindungi (LSD).
Baca Juga: Gedung Belum Siap, MPLS Sekolah Rakyat KLU Ditunda
Sementara, lahan di Sakra sudah memiliki sertifikat dan merupakan aset milik Pemprov NTB. Sehingga, proses pembangunan dinilai akan lebih cepat. Meskipun dari sisi luas, lahan di Jerowaru lebih luas dibandingkan dengan Sakra.
“Di Sakra itu luasnya hanya 5,3 hektare, tapi itu sudah masuk dalam kriteria, karena syaratnya harus 5 hektare,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMA 38 Lotim Ahmad Apandi menambahkan, kedua lokasi itu sudah diusulkan. Lokasi di Jerowaru diusulkan Pemkab Lotim, sementara di Sakra diusulkan Pemprov NTB.
Baca Juga: Sekolah Rakyat KLU Bersiap Sambut 595 Siswa
“Yang di Sakra kemarin sudah diajukan beberapa dokumen, termasuk juga BPBD Lotim sudah melakukan survei, untuk melihat apakah lokasinya layak dan tidak rawan bencana,” katanya.
Pembangunan SR di Lotim sebelumnya dijadwalkan masuk tahap ketiga, yakni pada Oktober. Namun, dengan adanya rencana peralihan ini, pihaknya belum mengetahui apakah pembangunan masih masuk tahap ketiga.
“Kalau di lokasi sebelumnya memang masuk tahap ketiga, tapi tidak tahu kalau yang sekarang ini, apakah masih bisa tahap tiga atau bagaimana, karena baru diusulkan,” jelasnya.
Bupati Lotim Haerul Warisin menambahkan, Pemkab Lotim sudah membeli lahan di Jerowaru sebagai lokasi pembangunan SR. Namun, Gubernur NTB sudah menyerahkan dan meminta agar lahan eks Akper bisa digunakan untuk pembangunan SR permanen Lotim.
“Artinya tidak jadi nanti di Jerowaru. Kita gunakan untuk program yang lain,” jelasnya.
Dia menyebutkan, belum lama ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah bersurat ke masing-masing kabupaten, khususnya daerah pariwisata yang memiliki lahan untuk dijadikan sebagai lokasi pengembangan Program Strategis Nasional (PSN) bidang pariwisata.
Baca Juga: Belajar Geometri Tak Lagi Membosankan, Siswa SRMA 38 Lombok Timur Antusias Gunakan Media Digital
Karena itu, lahan seluas 7,3 hektare itu direncanakan untuk mendukung program PSN bidang pariwisata. Terlebih, Kecamatan Jerowaru merupakan daerah pariwisata.
“Lahan yang sudah kita beli itu nanti ada manfaatnya. Akan berdiri besok bangunan, yang dibangun Kementerian Pariwisata, Perhubungan, bersama beberapa kementerian lain,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post