LombokPost-Kondisi tiga ruang kelas dan satu ruang guru SDN 2 Batu Putik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur semakin memprihatinkan.
Sebagian plafon, genteng, dan kayu atap sekolah sudah berjatuhan sehingga dikhawatirkan mengancam keselamatan siswa.
“Ruangan itu saat ini masih digunakan oleh kelas 3A, 4B dan kelas 5A, meskipun kondisinya sangat parah, karena tidak ada lagi ruangan yang bisa digunakan untuk belajar,” terang Kepala SDN 2 Batu Putik Muhsan kepada Lombok Post, Kamis (10/9).
Kata dia, saat musim hujan ruangan itu bocor di mana-mana sehingga proses belajar mengajar dipindahkan ke teras sekolah.
Hal itu dilakukan karena dikhawatirkan bangunan roboh secara tiba-tiba.
Baca Juga: Warga Bisa Gugat Pemerintah Soal Sekolah Rusak
Kerusakan itu sudah terjadi sejak lama, bahkan sebelum dirinya pindah ke sekolah itu.
Sekolah sudah sering diajukan untuk mendapat perbaikan, tetapi hingga saat ini belum terealisasi.
“Sebelum saya di sini kondisi sekolah sudah seperti ini, saya pindah itu tahun 2023, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan untuk direnovasi,” imbuhnya.
Pada 2024, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) sebelumnya juga telah meninjau langsung kondisi sekolah.
Sekolah itu bahkan beberapa kali disurvei, dari PUPR, pengawas, hingga UPT, tetapi tidak kunjung ada kabar.
Baca Juga: Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8
Selain itu, pihak sekolah juga sudah mengajukan bantuan revitalisasi pada 2025 untuk menerima bantuan pada 2026.
Semua persyaratan yang diminta di aplikasi sudah terpenuhi dan tidak ada kendala, bahkan status pengajuan sudah disetujui.
“Di aplikasi keterangannya sudah disetujui. Makanya kami disuruh menunggu sama Dinas. Karena kalau sudah disetujui pasti akan dapat revitalisasi. Tapi nyatanya sampai sekarang belum juga ada kabarnya,” keluhnya.
Dia menyebutkan, tahun 2026 ini sudah memasuki tahap ketiga pengerjaan revitalisasi.
Sementara berdasarkan informasi yang diterima, pada tahap ketiga SDN 2 Batu Putik tidak masuk dalam daftar yang akan dikerjakan.
Baca Juga: Bupati Lotim Laporkan Kondisi Sekolah Rusak ke Menteri Pendidikan
Justru, kata dia, sekolah yang kondisinya lebih bagus dan belum lama mengajukan dana revitalisasi lebih cepat mendapatkan bantuan.
“Sementara tahap ketiga ini adalah tahap terakhir di tahun ini. Artinya sekolah kami tidak dapat bantuan tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Operator SDN 2 Batu Putik Aang Kusnadi Ya min menambahkan, sejak 2020 sekolah itu sudah diusulkan. Sebelumnya, pengajuan sempat terkendala sertifikat lahan.
Namun, pada 2025 semua persyaratan sudah terpenuhi dan tidak ada kendala serta sudah disetujui.
Bahkan, pengajuan sudah tidak bisa dilakukan lagi untuk mendapatkan revitalisasi.
Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak
“Sekarang aplikasinya sudah terkunci. Katanya pengajuan sudah disetujui dan dikunci. Saya coba ajukan lagi untuk tahun 2027, tapi sudah tidak bisa, ditolak sama sistem,” bebernya.
Terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Dikbud Lotim Hasanudin menyampaikan, pengajuan revitalisasi dilakukan secara mandiri oleh sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Karena itu, Dikbud tidak menentukan sekolah mana yang mendapat bantuan.
“Iya memang pengusulan SDN 2 Batu Putik statusnya sudah disetujui. Tapi status itu belum tentu langsung dikerjakan,” katanya.
Kata dia, revitalisasi sekolah tidak hanya terhenti pada tahap tiga. Masih ada tahap 4, 5, dan seterusnya. Untuk itu, dia berharap sekolah itu masuk pada tahap berikutnya.
“Bantuan revitalisasi ini tidak bisa diintervensi pemerintah daerah. Karena seluruh prosesnya merupakan kebijakan pemerintah pusat,” tandasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post