Ketua Yayasan Baiturrahim, Pertanyakan Urgensi Rehabilitasi Masjid Agung Selong

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:30 WIB
 
Ustadz Muh Khotam Zam zami
Ustadz Muh Khotam Zam zami
 

LombokPost-Ketua yayasan Baiturrahim Kabar, Ustadz Muh Khotam Zam zami mempertanyakan urgensi renovasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong, yang direncanakan menelan anggaran sebesar Rp 50 miliar.

"Saya tidak sedang mempersoalkan masjid. Saya juga tidak sedang anti terhadap pembangunan rumah Allah. Yang saya persoalkan adalah cara pemerintah menentukan prioritas anggaran, " Terang Ustadz Khotam Zam zami, Sabtu (12/9).

Kata dia, Pemkab Lotim merencanakan rehabilitasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong dengan pagu sekitar Rp50 miliar, melalui kegiatan tahun jamak 2026–2028. Proyek itu bukan hanya rehabilitasi masjid, tetapi juga penataan Taman Tugu sebagai bagian dari kawasan masjid.

Baca Juga: Gegara Masalah Sepele, Jamaah Dipukul Balok Kayu saat Salat di Masjid Agung Kota Bima

Namun ia mempertanyakan, apakah Rp 50 miliar untuk mempercantik dan merehabilitasi masjid, yang secara umum dinilai masih berdiri megah, merupakan kebutuhan paling mendesak masyarakat di Lotim saat ini.

"Ini bukan soal boleh atau tidak boleh. Ini soal prioritas, " Jelas pria yang akrab di panggil Ustadz Zam zami itu. 

Lotim saat ini memiliki penduduk sekitar 1,45 juta jiwa berdasarkan proyeksi 2025. Pada saat yang sama, pemerintah sendiri juga masih harus berhadapan dengan berbagai persoalan kesejahteraan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan.

Baca Juga: MIM Foundation Siap Danai Pembangunan Masjid Desa Wisata Sade

Badan Pusat Statistik (BPS) juga telah menerbitkan berbagai indikator tersebut sebagai dasar evaluasi kebijakan pembangunan daerah. Di sektor ketenagakerjaan, persoalan pun dinilai masih belum selesai.

"BPS Lotim secara khusus menerbitkan Statistik Ketenagakerjaan 2025 yang menggambarkan kondisi ketenagakerjaan masyarakat dan menjadi bahan perencanaan kebijakan, " Paparnya.

Di sisi lain, dia juga menyorot persoalan jalan dan infrastruktur dasar masih menjadi keluhan masyarakat. Bahkan pada September 2026 muncul pemberitaan tentang dorongan DPRD agar ruas jalan yang rusak mendapat perhatian. Meskipun Pemkab juga menyiapkan anggaran besar untuk penanganan jalan.

Baca Juga: Sambut Milad ke-49, BKPRMI NTB Bersih-Bersih Masjid di Sembalun

"Maka saya ingin bertanya kepada Pemkab Lotim. Kalau Rp 50 miliar itu belum terlalu besar untuk sebuah masjid, mengapa tidak kita hitung berapa banyak persoalan rakyat yang bisa disentuh dengan uang sebesar itu, " Ujarnya.

Menurutnya, anggaran Rp 50 miliar itu saat ini bisa dialokasikan untuk kegiatan mendesak lainnya. Mulai dari perbaikan berbagai ruas jalan yang rusak. Pembangunan atau peningkatan fasilitas kesehatan. Penguatan layanan air bersih dan sanitasi. Intervensi stunting dan gizi buruk.

Kemudian, beasiswa bagi anak-anak keluarga miskin. Penguatan UMKM dan usaha masyarakat. Peningkatan kualitas sekolah dan madrasah. penciptaan lapangan kerja, atau pembangunan infrastruktur desa yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

"Masjid memang harus dimuliakan.Tetapi memuliakan masjid tidak selalu berarti membangun semakin megah, " Katanya.

Baca Juga: Bupati Lotim Sebut Membangun Masjid Membangun Hati Manusia

Memuliakan masjid, menurutnya juga bisa dilakukan dengan memastikan orang miskin di sekitarnya tidak kelaparan, anak-anak tidak putus sekolah, orang sakit mendapat pelayanan, dan masyarakat memiliki pekerjaan.

Jangan sampai lanjutnya, Lotim hanya memiliki masjid yang semakin megah, tetapi rakyat yang datang beribadah masih bingung besok harus makan apa. Dan Jangan sampai pemerintah hanya sibuk memperindah bangunan, sementara jalan menuju rumah masyarakat masih rusak.

"Dan jangan sampai pemerintah berlomba-lomba membangun simbol, sementara substansi kesejahteraan rakyat tertinggal, " Jelasnya.

Baca Juga: ​Di Serambi Masjid, GM Hotel Astoria Bangun Kampung Inggris untuk Masa Depan Anak Mataram

Untuk itu, ia mempertanyakan urgensi renovasi masjid tersebut yang akan menelan biaya hingga Rp 50 Miliar. Ia meminta Pemkab Lotim harus terbuka kepada publik kondisi teknis Masjid Agung saat ini. Kemudian bagian mana yang benar-benar rusak dan membutuhkan rehabilitasi.

Dia juga meminta Pemkab Lotim untuk menjelaskan berapa nilai pekerjaan fisik masjid dan berapa nilai penataan Taman Tugu. Apa kajian manfaat dan urgensi proyek tersebut, dan mengapa harus Rp 50 miliar.

"Apa indikator keberhasilan proyek ini bagi masyarakat. Dan mengapa anggaran sebesar itu tidak dialihkan atau setidaknya dikurangi untuk kebutuhan yang lebih mendesak, "jelasnya.

Baca Juga: Bupati Lotim Sebut Membangun Masjid Membangun Hati Manusia

Dia menegaskan uang Rp50 miliar itu bukan uang pribadi pejabat, namun Itu uang rakyat. Sehingga rakyat berhak mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran uang rakyat tersebut.

Menurutnya, Pemerintah tidak boleh hanya mengatakan proyek itu sudah melalui proses pertimbangan keuangan daerah dan sesuai peraturan. Karena sesuai aturan belum tentu berarti paling tepat secara moral dan paling bijak secara prioritas.

"Pertanyaan publik bukan sekadar apakah proyek ini legal. Tetapi apakah proyek ini benar-benar paling dibutuhkan rakyat Lotim, " Katanya.

Dia menegaskan, dirinya tidak menolak masjid. Namun menolak logika pembangunan yang lebih sibuk memperindah simbol dari pada menyelesaikan persoalan rakyat.

Baca Juga: ​Di Serambi Masjid, GM Hotel Astoria Bangun Kampung Inggris untuk Masa Depan Anak Mataram

"Masjid boleh megah. Tetapi rakyat harus lebih dulu sejahtera, " Tutupnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
renovasi masjid Anggaran Lotim APBD