Banyak Desil Tidak Sesuai, Pemkab Lotim Berikan Atensi

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:56 WIB
M Juaini Taofik
M Juaini Taofik

LombokPost- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) memberikan perhatian serius terhadap banyaknya desil masyarakat yang tidak sesuai. Keberadaan sanggahan di Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) diharapkan dapat memperbaiki data desil sehingga lebih sesuai.

"Jumlah penduduk Lotim yang mencapai 1,471 juta lebih menjadi salah satu faktor risiko kesalahan pencatatan," terang Sekda Lotim M Juaini Taofik membuka Sosialisasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lotim Tahun 2026.

Kata dia, akan ada 4,8 juta perubahan desil, seperti disampaikan Menteri Sosial. Dia menilai kesalahan pencatatan data dinilai wajar, mengingat jumlah penduduk Lotim sangat besar. Terlebih sekarang sudah menggunakan Artificial Intelligence  (AI).

Baca Juga: Kades Gelangsar Protes Sistem Desil Bansos, Beras Bantuan Tertahan di Kantor Desa

"Berdasarkan keterangan Menteri Sosial, informasi terbaru sudah menyentuh angka sepuluh koma sekian yang desil rendah," katanya.

Uji coba Perlinsos Digital memberikan dampak positif, termasuk kaitannya dengan identitas kependudukan digital (IKD). Keberadaan IKD, menurut Sekda, juga akan berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Ketika proporsi aktivasi IKD telah menyeluruh, maka akan lebih mudah memberikan pelayanan masyarakat. Ini tugas kita bersama hari ini. Andai persentase IKD tinggi akan mudah melayani warga kita, semakin mudah semakin cepat. Pintu masuk kita adalah IKD,” tegasnya.

Baca Juga: Desil Ditekan, Ribuan Penerima Bantuan Pangan Dicoret

Kata dia, Indeks kepekaan digital Lotim cukup tinggi, yaitu nomor dua setelah Kota Mataram, respons masyarakat terhadap pelayanan saat ini sangat terbuka di ruang sosial media.

Karena itu Sekda berharap adanya komentar-komentar negatif terhadap pelayanan tidak menyebabkan turunnya semangat dalam melayani masyarakat.

“Jangan khawatir. Karena itulah psikologis dan psikis antara kita yang melayani dan masyarakat yang dilayani. Jadi tidak usah baper, jangan cepat tersinggung. Niatkan sebagai ibadah, agar kita kuat. Ini merupakan investasi pelayanan,“ pesannya.

Baca Juga: Perubahan Desil Bukan Ranah Dukcapil

Sosialisasi yang bertujuan menjalin kolaborasi antara Dukcapil dan berbagai pihak seperti BPJS, PT Pos dan berbagai mitra tersebut menjadi transisi dalam regulasi pencatatan kependudukan saat ini.

Sebelum target IKD tercapai, kolaborasi ini diharapkan mampu mempermudah dan mempercepat pelayanan.

Kepala Dinas Dukcapil Lotim Parihin menyampaikan bahwa capaian IKD Lotim perlahan meningkat dan masyarakat telah mulai beralih dari KTP fisik ke elektronik dan telah tervalidasi IKDnya. Dengan demikian dapat membantu masyarakat untuk mendaftar melalui Perlinsos digital, disamping agen-agen.

Baca Juga: Perubahan Desil Bukan Ranah Dukcapil

"Pada awal koordinasi persentase IKD pada Desember lalu tervalidasi sekitari 1,6 persen dan saat ini melonjak menjadi 12,22 persen, yang artinya 120 ribu tebih telah tervalidasi IKD. Kami masih terus melakukan validasi terhadap masyarakat,” tegasnya.

Pelayanan Adminduk juga berhasil meraih prestasi 10 besar nasional dalam perekaman e-KTP. Selain itu, Dinas dukcapil mewakili Lotim di tingkat nasional dalam rangka zona integritas dalam pelayanan. 

 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
Perlinsos dukcapil Bansos Desil Lotim