Cara Pokdarwis dan Masyarakat Ijobalit Menjaga dan Perkenalkan Pantai Maik Anyir

Supardi • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:08 WIB
LINTAS ALAM: Puluhan peserta lintas alam pesisir sedang menimbang sampah yang berhasil dikumpulkan.
LINTAS ALAM: Puluhan peserta lintas alam pesisir sedang menimbang sampah yang berhasil dikumpulkan.  

LonbokPost-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan pantai sekaligus memperkenalkan destinasi wisata Pantai Maik Anyir, Pokdarwis dan masyarakat Kelurahan Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji, menggelar lintas alam pesisir.

Kegiatan ini bukan hanya berjalan menyisir pantai, tetapi juga memungut sampah yang ditemukan sepanjang pantai.

Ratusan orang terlihat menenteng karung berisi berbagai jenis sampah. Kemudian, sampah-sampah yang telah terkumpul itu mereka timbang sebelum dikumpulkan di satu tempat.

Sampah-sampah itu dikumpulkan di sepanjang pantai dengan jarak sekitar 3 kilometer lebih, dalam kegiatan lintas alam pesisir yang diselenggarakan Pokdarwis dan masyarakat Ijobalit, Kecamatan Labuhan Haji.

Baca Juga: Kota Mataram Borong Penghargaan di Tingkat Nasional, Terbaik Pengelolaan Sampah hingga Program Rumah

Ketua Pokdarwis Pantai Maik Anyir Ijobalit Sahibun menyampaikan, kegiatan lintas alam pesisir ini mengambil start di Pantai Suryawangi menuju Pantai Maik Anyir Ijobalit yang diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, unsur pemerintahan, pencinta alam, dan berbagai komunitas lainnya.

"Peserta akan berjalan kaki menyusuri Pantai Suryawangi sampai Maik Anyir sambil pungut sampah," terang Sahibun, Minggu (20/9).

Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok beranggotakan lima orang dan akan diberikan satu karung untuk menampung sampah yang dipungut selama lintas alam. Setelah finis, sampah-sampah itu kemudian akan ditimbang.

Baca Juga: Semua Hotel Harus Contoh Holiday Resort, Sebanyak 2,7 Ton Sampah Disulap Jadi Berkah

Lintas alam ini bukan hanya sekadar kegiatan bersih pantai, namun juga dilombakan dengan tiga penilaian. Pertama, kekompakan, kemudian sampah terbanyak yang berhasil dikumpulkan, dan yel-yel terbaik.

"Termasuk juga ada doorprize yang disiapkan oleh panitia. Jadi selain sehat dan peduli terhadap kebersihan juga bisa dapat hadiah menarik," terangnya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan dua destinasi wisata di Kecamatan Labuhan Haji, yakni Pantai Suryawangi dan Pantai Maik Anyir, Kelurahan Ijobalit.

Baca Juga: Pembuangan Sampah ke TPAR Kebon Kongok Kembali Dibatasi, Hanya Boleh Satu Ritase Sehari

Khususnya di Pantai Maik Anyir, kegiatan ini sekaligus untuk memperlihatkan keadaan Pantai Maik Anyir yang selama tiga tahun terakhir kondisinya sangat parah karena tergerus abrasi, bahkan membuat jalan masuk ke pantai sudah habis tergerus gelombang.

"Sekarang jalan masuk ke pantai sudah tidak ada lagi. Jalan ini adalah jalan milik pemda, maka disini pemda harus memperhatikan hal ini, untuk menunjang kemajuan wisata, dan memaksimalkan PAD Lotim," jelasnya.

Disebutkan, karena tidak adanya lagi akses menuju pantai, Pokdarwis terpaksa menyewa kebun warga untuk menjadi jalan masuk ke pantai dengan sewa sebesar Rp 300 ribu per bulan. Diharapkan Pemkab Lotim dan NGO pemerhati lingkungan dapat mengatasi persoalan ini.

Baca Juga: Pembuangan Sampah ke TPAR Kebon Kongok Kembali Dibatasi, Hanya Boleh Satu Ritase Sehari

Kegiatan ini juga untuk menindaklanjuti arahan Bupati Lotim untuk menjaga kebersihan, khususnya di objek-objek wisata, demi kenyamanan para pengunjung.

"Kami lanjutkan amanah itu dengan kegiatan lintas alam pesisir ini untuk menjaga kebersihan pantai dan lingkungan sekitar," katanya.

Dari hasil penimbangan yang dilakukan, kegiatan itu berhasil mengumpulkan sampah sekitar 600 kilogram. Diharapkan event ini bisa dilakukan setiap tahun dan bisa masuk dalam kalender event tahunan pariwisata Lotim.

Baca Juga: Musim Kemarau, Sungai Disesaki Sampah

"Melalui kegiatan ini kami harapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian para peserta untuk menjaga kebersihan pantai dan lingkungan sekitar dari sampah," tutupnya. (*/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
pesisir sampah lintas alam Labuhan Haji Abrasi