214 Sekolah di Lombok Timur Dapat Dana Revitalisasi

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 11:55 WIB
RAKOR REVITALISASI: Ratusan Kepala sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi tahun 2026 mengikuti rapat koordinasi di Pendopo Bupati.
RAKOR REVITALISASI: Ratusan Kepala sekolah yang mendapatkan dana revitalisasi tahun 2026 mengikuti rapat koordinasi di Pendopo Bupati.

LombokPost-Sebanyak 214 sekolah di Lombok Timur mendapat dana revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini.

Jumlah itu meningkat tajam dibanding 2025 yang hanya mencakup 60 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat revitalisasi cukup banyak dari tahun sebelumnya,” terang Kepala Dikbud Lotim M Nurul Wathoni saat Rakor Revitalisasi 2026, Senin (21/9).

Berdasarkan data hingga hari ini, sekolah yang positif mendapatkan revitalisasi sebanyak 214 sekolah.

Dengan rincian, sebanyak 82 sekolah jenjang PAUD/TK, kemudian jenjang SD sebanyak 108 sekolah dan jenjang SMP sebanyak 24 sekolah, baik negeri maupun swasta.

Baca Juga: Revitalisasi Disetujui, tapi SDN 2 Batu Putik Keruak Tak Kunjung Diperbaiki

“Ada sekitar 17 lagi tambahan baru. Cuma kami tidak undang untuk ikut rakor hari ini karena mereka belum Zoom. Yang kita undang ini yang sudah mengikuti Zoom dan bimtek untuk pelaksanaan revitalisasi,” katanya.

Wathoni menyampaikan, ada tiga sumber dana revitalisasi yang didapatkan Lotim, yakni revitalisasi dari APBN.

Kemudian dari APBD dengan jumlah Rp 14 miliar yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang tidak bisa tersentuh oleh dana revitalisasi.

Kemudian dari pokir DPR RI, di mana tahun ini Lotim mendapatkan bantuan dua sekolah, yakni SMP Yadinu Masbagik dan SMPN 2 Keruak. Kemudian ada juga revitalisasi dari Happy Heart. Dari 12 sekolah yang dijanjikan, yang sudah dibangun enam sekolah.

Baca Juga: Dapodik Jadi Kunci Revitalisasi Sekolah

“Alhamdulillah tahun ini luar biasa penambahan revitalisasi di Lotim, bahkan kita menjadi terbesar di Bali Nusra mendapatkan bantuan revitalisasi,” katanya.

Wathoni menyampaikan, sekolah yang mendapatkan revitalisasi ini ditemukan langsung oleh Kementerian dan dilakukan verifikasi oleh tim dari perguruan tinggi dan Kementerian. Termasuk pengelolaan anggaran dilakukan langsung oleh masing-masing sekolah.

Selain dana revitalisasi, tahun ini Lotim juga akan mendapat bantuan pemerintah (Banpem) berupa bantuan alat tulis untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 di tingkat SD dengan jumlah Rp 22 miliar.

Baca Juga: Dikbud Lotim Bidik Revitalisasi 100 Lebih Sekolah

Bantuan ini akan masuk ke rekening satuan pendidikan masing-masing. Bantuan ini akan digunakan untuk membeli alat tulis untuk siswa. Bantuan ini juga menjadi hak prerogatif sekolah.

“Kami sudah membuat surat edaran bahwa pembelian alat tulis itu harus menjadi hak mandiri dari satuan pendidikan. Tidak boleh ada intervensi dari Dikbud, UPTD maupun yang lain. Kita ingin citra pendidikan di Lotim betul-betul bagus,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan, revitalisasi ini menjadi perhatian semua pihak.

Untuk itu, dia menekankan semua sekolah yang mendapatkan revitalisasi untuk transparan dan mengikuti aturan yang ada guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: DPR RI Dorong Kemendikdasmen Segera Revitalisasi Sekolah Ambruk 

“Silakan kelola anggaran ini dengan baik, dengan transparan. Kemudian simpan setiap bukti atau nota belanja, catat setiap bukti. Dan jangan tandatangani apa yang tidak dipahami,” jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta sekolah penerima revitalisasi untuk sering-sering berkoordinasi dan konsultasi, baik terkait konstruksi, bahan-bahan, dan lain sebagainya, kepada orang yang paham.

“Jangan karena lokasi sekolahnya berada di pelosok lantas mengerjakan semaunya, karena merasa tidak akan diawasi. Kalau sudah uang negara sudah masuk, pasti akan dicari di mana pun dia,” ungkapnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
sekolah dasar sekolah rusak Lotim kemendikdasmen revitalisasi