Dikbud Minta Jangan Abaikan Non-akademik

Supardi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 23:43 WIB
PEMBUKAAN FTBI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur M Nurul Wathoni saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten di aula Dikbud Lotim.
PEMBUKAAN FTBI: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur M Nurul Wathoni saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten di aula Dikbud Lotim.

LombokPost- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) menekankan semua sekolah dari jenjang TK hingga SMP untuk memfasilitasi siswa-siswi untuk mengembangkan bakat dan minat setiap anak, khususnya di bidang non akademik.

“Selama ini ada stempel bahwa anak-anak hebat itu adalah yang menguasai akademik saja, sementara anak-anak yang memiliki kemampuan non-akademik seakan-akan dianggap tidak berprestasi, “ Terang Kepala Dikbud Lotim, M Nurul Wathoni seusai membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten, Senin (21/9).

Wathoni menegaskan persepsi semacam itu harus dihilangkan. Anak hebat atau berprestasi tidak hanya lahir pada bidang akademik tapi juga bidang non akademik. Seperti di bidang Seni, budaya, olahraga dan lainnya.

Baca Juga: Tim Dikbud Lobar Tindak Lanjuti Kasus Anak Tidak Sekolah di Gerung

Untuk itu, dia menekankan sekolah harus memfasilitasi pengembangan minat bakat di bidang non-akademik ini. Sehingga semua anak bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Jadi sekolah tidak hanya mendorong anak untuk bisa menguasai bidang akademik seperti matematika, IPA, atau bidang-bidang mata pelajaran yang lain saja, kemudian yang non akademik diabaikan, “ Jelasnya.

Semua bidang harus mendapatkan ruang pembinaan di satuan pendidikan,  sehingga semua anak bisa tumbuh, berkembang, dan berprestasi sesuai minat dan bakat masing-masing.

Baca Juga: Mantan Pejabat Dikbudpora Bima Segera Disidang dalam Kasus Pungli Tunjangan Guru Terpencil di Bima

Untuk itu, dia sangat mengapresiasi kegiatan FTBI tersebut. Kegiatan ini dinilai tidak hanya sebagai ajang kompetisi, namun juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minat masing-masing.

“Kita berharap hasil ini nanti bisa terpilih para juara yang akan mewakili Lotim, di FTBI tingkat provinsi, kemudian akan berlanjut ke tingkat nasional, “ Katanya.

Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sebagai ruang bagi anak-anak untuk bisa mengembangkan minatnya, termasuk menjadi motivasi bagi anak untuk bisa memelihara tradisi budaya yang selama ini menjadi ciri khas dan menjadi budaya di Lombok. 

Baca Juga: Dikbud Lotim Bidik Revitalisasi 100 Lebih Sekolah

​“Melalui kegiatan ini juga kami berharap keterampilan anak terus diasah. Baik dari kemampuan membaca lontar, puisi Sasak, bercerita, nembang dan lainnya. Ada tujuh mata lomba yang dilombakan dalam FTBI ini, “jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pembina Ketenagaan Dikbud Lotim Lalu Rudi Oki Saputra, menyampaikan yang paling penting dalam kegiatan ini adalah bagaimana peserta didik dapat meningkatkan kreativitasnya melalui bahasa dan budaya daerah.

“Untuk itu kami minta dewan juri tidak hanya melihat kemampuan peserta dari sisi pengetahuan, tetapi juga menggali kreativitas, keterampilan, sikap, dan potensi yang dimiliki masing-masing peserta didik, “ Tandasnya. (par)

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
pintar Prestasi 2025 Non akademik bakat Minat