LombokPost-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur (Lotim) meminta pembangunan sekolah baru di Lotim dimoratorium. Hal ini dilakukan agar lebih fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang sudah ada.
“Kami kemarin sudah bersurat ke Bupati untuk melakukan moratorium saja pendirian sekolah baru. Karena gara-gara usulan pendirian sekolah baru, sering ada konflik terus di bawah,” terang Kepala Dikbud Lotim M Nurul Wathoni, Minggu (27/9).
Kata dia, jarak sekolah saat ini juga terlalu dekat, tidak sampai 1 kilometer. Bahkan ada beberapa sekolah yang berdiri di satu lokasi. Sehingga dirinya meminta kepada Bupati untuk melakukan moratorium pembangunan sekolah baru minimal selama tiga tahun.
Baca Juga: Dikbud Minta Jangan Abaikan Non-akademik
Terlebih, kata dia, Kementerian Agama sejak tiga tahun terakhir ini melakukan moratorium pendirian sekolah baru. Sehingga banyak yang beralih ke Dikbud. Sementara sumber daya untuk melayani sekolah juga sangat terbatas.
“Sekarang APBD kita terbatas, SDM kita di Dikbud juga terbatas, jadi kurang maksimal. Sehingga kita berinisiatif untuk mengusulkan moratorium saja dulu mungkin selama tiga tahun. Selebihnya nanti menunggu kebijakan dari Pak Bupati,” tegasnya.
Diharapkan dengan adanya moratorium ini, Dikbud bisa lebih fokus kepada peningkatan kualitas, sarana prasarana, dan peningkatan mutu layanan pendidikan yang sudah ada, yang saat ini sebanyak 2.030 satuan pendidikan agar bisa lebih maksimal.
Baca Juga: Tim Dikbud Lobar Tindak Lanjuti Kasus Anak Tidak Sekolah di Gerung
Bupati Lotim Haerul Warisin menyampaikan akan meninjau terlebih dahulu terkait masalah itu. Namun, dirinya juga berencana untuk melebur beberapa sekolah yang berdekatan dan memiliki murid yang sedikit.
“Misalnya ada SDN 1 dan SD 2 yang lokasinya berdekatan. Kemudian salah satu sekolah muridnya sedikit, kenapa tidak kita gabung saja. Nanti gedungnya itu kita manfaatkan untuk yang lain,” katanya.
Terlebih, kata dia, saat ini sekolah swasta juga cukup banyak. Sehingga persaingan mendapatkan murid sangat tinggi. Jika ada sekolah di satu kawasan, antara madrasah dan sekolah negeri, namun sekolah yang diminati oleh masyarakat adalah madrasah, maka sekolah negeri itu akan dievaluasi.
Baca Juga: Rawat Identitas Generasi Muda, Dikbud Lombok Barat Sukses Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu 2026
“Jika lebih diminati sekolah swasta itu dibanding sekolah negeri kita. Kita akan pertimbangkan untuk dilanjutkan. Bisa jadi kita tutup kalau jumlah muridnya sedikit, atau kalah sama swasta,” tutupnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post