Kualitas Tembakau Lotim Membaik

Supardi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB
PRODUKSI TEMBAKAU: Sejumlah pekerja sedang memilih tembakau yang baru selesai di open sesuai warna masing-masing sebelum dijual ke perusahaan.
PRODUKSI TEMBAKAU: Sejumlah pekerja sedang memilih tembakau yang baru selesai di open sesuai warna masing-masing sebelum dijual ke perusahaan.  

LombokPost-Dinas Pertanian Lombok Timur (Lotim) mengklaim kualitas tembakau petani pada musim tanam 2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Cuaca yang relatif stabil disebut membuat sebagian besar hasil produksi berwarna kuning dan berkualitas super.

“Tembakau Virginia memang sangat bagus dengan cuaca sekarang ini, sehingga membuat kualitas tembakau menjadi lebih bagus. Rata-rata sekarang hasil produksi petani warna kuning atau kualitasnya super,” terang Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lotim Mirza Sophian ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9).

Mirza menyebutkan, pada musim tanam tahun 2025 lalu, kualitas tembakau petani kurang bagus.

Banyak juga hasil produksi yang berwarna cokelat karena terdampak hujan sejak penanaman hingga musim panen tiba.

Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal di Lombok Utara, Satgas BKC NTB Sita Ribuan Batang Rokok dan Tembakau Tanpa Cuka

Tahun ini, cuaca yang jarang terjadi hujan mengakibatkan hasil produksi petani stabil.

Kendati dikhawatirkan kualitas itu bisa berkurang jika tembakau terlalu kekurangan air, yang dapat menyebabkan tembakau menjadi kecokelatan dan berdampak terhadap berkurangnya berat tembakau.

Mirza menyebutkan, salah satu indikator banyaknya tembakau petani yang berkualitas tahun ini adalah banyaknya tembakau petani yang terserap oleh perusahaan Djarum.

Selama ini perusahaan Djarum sangat terkenal hanya menyerap tembakau dengan kualitas terbaik.

Tembakau dengan kualitas cokelat atau kurang baik biasanya akan ditolak oleh Djarum.

Namun, selama beberapa minggu ini, gudang Djarum selalu ramai oleh petani yang menjual hasil produksi mereka.

Baca Juga: Tembakau Cokelat Sulit Terserap Perusahaan

“Coba dicek sekarang, di depan gudang Djarum di Lombok Tengah itu, selalu macet oleh petani yang menjual hasil produksinya. Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Sahmat, salah seorang petani tembakau asal Kecamatan Sakra, mengeluhkan sulitnya menjual tembakau dengan warna atau kualitas cokelat.

Karena kualitas cokelat tidak bisa terserap oleh perusahaan. Sebagian besar perusahaan hanya menyerap tembakau dengan kualitas super saja.

“Kalau yang kelas super harganya memang stabil bahkan sampai di harga Rp 6 juta lebih. Yang jadi masalah yang coklat ini, kami tidak tahu mau jual di mana,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kemarau produksi Virginia tembakau berkualitas