Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tembakau Cokelat Sulit Terserap Perusahaan

Supardi
Penulis: Supardi❯
OVEN TEMBAKAU: Ketua Kelompok Tani  Lingsir Bajang Empat Dusun Pengongsor, Desa Rarang Mansur saat melihat tembakau yang sudah matang di oven listrik.
OVEN TEMBAKAU: Ketua Kelompok Tani Lingsir Bajang Empat Dusun Pengongsor, Desa Rarang Mansur saat melihat tembakau yang sudah matang di oven listrik.

Advertisement

LombokPost-Petani tembakau virginia di Lombok Timur (Lotim) mengeluhkan sulitnya menjual hasil produksi, terutama tembakau berwarna cokelat. Kondisi itu terjadi karena sebagian besar perusahaan menyerap tembakau berkualitas super atau kelas 1.

“Tembakau yang cokelat tidak ada perusahaan yang mau terima. Ditolak, kalaupun diterima harganya sangat murah,” terang salah seorang petani tembakau di Desa Rarang, Kecamatan Terara, Mansur, saat dikonfirmasi Lombok Post, Jumat (12/9).

Kata dia, harga tembakau pada musim tanam tahun ini juga dinilai lebih murah dibanding tahun sebelumnya. Harga tembakau daun kedua dengan kualitas super saat ini hanya laku Rp 4,7 juta per kuintal. Sementara tahun lalu harganya bisa menembus Rp 5 juta per kuintal.

Sedangkan daun ketiga dan keempat dijual Rp 5 juta per kuintal. Sebelumnya, tembakau itu bisa dijual Rp 5,5 juta hingga Rp 6 juta per kuintal.

 “Kalau menurut saya, harga tembakau sekarang sedikit turun dari tahun sebelumnya, meskipun turunnya tidak terlalu banyak,” katanya.

Advertisement

Dia menyebutkan, penurunan harga itu tidak terlalu dipermasalahkan. Namun, yang banyak dikeluhkan adalah belum adanya perusahaan yang mau menerima tembakau cokelat sehingga petani bingung menjualnya. Tembakau dengan warna cokelat dianggap kualitasnya kurang bagus atau berada pada kelas 3.

Sementara, kata dia, hasil produksi petani banyak yang berkualitas cokelat. Harga tembakau cokelat saat ini berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 2,7 juta per kuintal. Kondisi itu dinilai akan merugikan petani.

“Rata-rata keluhan petani sama saja. Mereka tidak bisa jual yang cokelat. Di bawa ke gudang tembakaunya direject,” katanya.

Untuk itu, dia berharap pemerintah bisa melakukan intervensi terhadap perusahaan agar tembakau kelas tiga juga bisa diserap, mengingat tidak semua petani menghasilkan tembakau berkualitas super.

Lebih lanjut, kata dia, tahun ini juga banyak tanaman petani yang terserang penyakit di sawah hingga mengakibatkan tembakau mati. Karena itu, dirinya sangat berharap Bupati Lotim bisa membantu agar harga tembakau meningkat dan tembakau cokelat bisa terserap.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dewan Minta Petani Jaga Kualitas Daun Tembakau

Dewan Minta Petani Jaga Kualitas Daun Tembakau

Memasuki musim panen tembakau tahun 2026, Anggota DPRD Lombok Tengah Ahmad Rifai menanggapi dinamika harga tembakau

Melihat Oven Tembakau Listrik Pertama di Indonesia

Melihat Oven Tembakau Listrik Pertama di Indonesia

Alat dan mesin pertanian setiap hari terus mengalami perkembangan cukup signifikan. Terbaru, sebuah oven tembakau listrik tengah diuji coba

DBHCHT Rp 32 Miliar Difokuskan Dukung Produktivitas Petani Tembakau NTB

DBHCHT Rp 32 Miliar Difokuskan Dukung Produktivitas Petani Tembakau NTB

Pemprov NTB pastikan sebagian besar DBHCHT dimanfaatkan membantu petani tembakau dan menjaga produktivitas komoditas unggulan daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer