Lombok Post-Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan langkah preventif untuk mengantisipasi munculnya virus influenza. Meskipun sejauh ini kasus tersebut belum ditemukan di Lotim.
“Untuk kasus Influenza belum ditemukan di Lotim. Jadi yang perlu kita tingkatkan adalah bagaimana daya tahan tubuh kita menjadi bagus sehingga bisa melawan virus itu,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi, Rabu (30/9).
Menurutnya, daya tahan tubuh yang baik harus didukung pola hidup sehat. Salah satunya dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan diri dan lingkungan, istirahat yang cukup, serta asupan makanan yang bergizi dan cukup secara jumlah.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah! Kemenkes Minta Dikes Cek Penderita Influenza hingga ISPA
Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh diharapkan mampu melawan bakteri maupun virus yang masuk, termasuk virus influenza dari berbagai jenis.
"Jika mengalami kondisi yang cukup berat, segera berkonsultasi ke tenaga medis atau tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas, klinik, atau faskes lain, " Katanya.
Tenaga medis akan memberikan terapi sesuai gejala yang muncul, seperti batuk, demam, pilek, atau pusing. Mengingat rata-rata influenza disertai gejala penyerta. Gejala-gejala itu akan dilihat oleh tenaga medis dan diberikan terapi atau pengobatan sesuai kondisi pasien.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan pelayanan kesehatan, pihaknya menekankan agar masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan baik. Selain itu, tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan, terutama puskesmas, telah disiapkan untuk menangani kondisi tersebut.
“Insyaallah nakes kami maupun nakes di puskesmas dan faskes yang lain siap menangani kondisi ini,” ujarnya.
Ia mengakui, pada tahun sebelumnya, sempat terjadi peningkatan kasus. Namun sejauh ini kasus masih bisa dilayani di puskesmas yang ada di Lotim. Meskipun saat ini pasien yang dirawat di ruang inap puskesmas juga mengalami tranding peningkatan, tetapi masih bisa dikendalikan.
Baca Juga: Pemerintah Alokasikan Tambahan Anggaran Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan
Kasus yang umum muncul antara lain demam, hipertensi, dan berbagai penyakit lain yang masih memungkinkan dirawat di puskesmas. Jika kondisi pasien sudah membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
“Sejauh ini masih bisa kita tangani di puskesmas kasus-kasus yang ada,” pungkasnya. (par)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post