Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Usut Dugaan Aborsi RS MM, Dikes Mataram Bidik Sanksi Berat

C
Penulis: Chia❯
EMIRALD ISFIHAN
EMIRALD ISFIHAN

Advertisement

 LombokPost — Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mulai menguliti dugaan praktik aborsi ilegal yang menyeret Rumah Sakit (RS) MM dan seorang oknum dokter berinisial S.

Tim gabungan diterjunkan langsung ke lokasi untuk membongkar indikasi kejahatan medis yang mencoreng dunia kesehatan tersebut.

“Tim kami tadi pagi sudah turun ke Rumah Sakit MM dan juga langsung melakukan klarifikasi kepada dokter S, langsung dilakukan klarifikasi serta pimpinan rumah sakit berserta dengan para petugas yang melayani,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Emirald Isfihan.

Advertisement

Penggerebekan administrasi dan pemeriksaan lapangan itu melibatkan tim teknis Dikes Kota Mataram, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram.

Ini merupakan tindak lanjut atas isu liar yang meresahkan publik. Tim telah memeriksa secara menyeluruh seluruh dokumen pelayanan, rekam medis, data pasien, hingga kesesuaian jenis obat-obatan dan alat medis yang digunakan.

Advertisement

“Tentu dari sana nanti kita bisa melihat indikasi-indikasi teknis yang bisa dibaca dari pola penggunaan obat tertentu. Semua data dan klarifikasi tertulis dari RS MM sudah kami amankan untuk dianalisa,” jelasnya.

Emirald menjelaskan, keterlibatan DPMPTSP dalam sidik lapangan ini bertujuannya untuk mempercepat eksekusi sanksi jika pelanggaran terbukti secara sah.

Secara regulasi, DPMPTSP memiliki kewenangan mengeksekusi pencabutan izin operasional fasilitas kesehatan berdasarkan rekomendasi teknis Dikes.

Ia menegaskan, kasus ini telah menyita perhatian serius jajaran pimpinan daerah. Langkah investigasi ini mendapat atensi penuh dari Wali Kota Mataram dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram untuk memastikan iklim pelayanan medis di Mataram tetap aman, berstandar, dan taat hukum.

“Kami ingin pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan tidak ada praktik praktik illegal,” ucapnya.

Advertisement
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Warning Keras dr. Emirald ke Nakes Mataram: Jangan Coba-Coba Bikin Tindakan Medis di Luar RKK!

Warning Keras dr. Emirald ke Nakes Mataram: Jangan Coba-Coba Bikin Tindakan Medis di Luar RKK!

Dinkes Mataram Gerak Cepat Bimtek 16 RS Soal Permenkes 6/2026, dr Emirald Isfihan Ingatkan Perlindungan Hukum Nakes Lewat RKK.

​Waspada Silent Killer di Balik Kemudahan Era Digital, dr. Emirald Ajak Warga Imbangi Gaya Serba Online

​Waspada Silent Killer di Balik Kemudahan Era Digital, dr. Emirald Ajak Warga Imbangi Gaya Serba Online

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr. Emirald Isfihan mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena kenyamanan era serba online.

Lansia Mataram Meningkat, dr. Emirald: Petugas Harus Jemput Bola Pantau Pasien Kronis

Lansia Mataram Meningkat, dr. Emirald: Petugas Harus Jemput Bola Pantau Pasien Kronis

Angka harapan hidup warga Mataram capai 75 tahun. Dinkes dorong layanan jemput bola guna tangani beban penyakit degeneratif pada lansia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer