Lotim-Lobar Bersinergi Kendalikan Inflasi

Supardi • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:28 WIB
KERJA SAMA: Bupati Lombok Timur dan Wakil Bupati Lombok Barat saat menandatangani kerja sama bidang pangan.
KERJA SAMA: Bupati Lombok Timur dan Wakil Bupati Lombok Barat saat menandatangani kerja sama bidang pangan.

LombokPost-Pemkab Lombok Timur dan Lombok Barat menjalin kerja sama bidang pertanian dan peternakan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Kerja sama difokuskan pada distribusi dan pemasaran komoditas hortikultura serta kebutuhan pangan antardaerah.

“Lobar salah satu kabupaten yang memiliki potensi pertanian yang juga cukup besar, sehingga kita menjalin kerja sama untuk dapat menekan laju inflasi,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin seusai pertemuan dengan Wakil Bupati Lobar, Rabu (30/9).

Kata dia, laju inflasi Lotim selama ini banyak dipengaruhi bahan baku di sektor pertanian. Seperti cabai dan bawang merah. Meskipun Lotim diakui menjadi salah satu daerah penghasil cabai dan bawang di NTB.

Baca Juga: Empat Liga Elite Eropa Kompak Serang Gianni Infantino dan FIFA

Selain itu, Lotim juga disebut memiliki potensi besar di sektor pangan dan hortikultura untuk dikembangkan. Sehingga sektor ini menjadi salah satu fokus dan perhatian karena cukup rentan terdampak perubahan cuaca.

“Sebagai bentuk perhatian, Pemda telah mengalokasikan Rp 1,5 miliar untuk membangun green house untuk penanaman cabai. Kita harapkan ini bisa menjadi contoh dan pembelajaran bagi petani kita nanti,” jelasnya.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Lotim dan Lobar saling mengisi ke depannya. Apa yang kurang di Lotim bisa diambil dari Lobar. Pun sebaliknya, apa yang kurang di Lobar bisa diambil langsung dari Lotim.

Baca Juga: Hadapi El Nino, NTB Perkuat Kendali Inflasi Pangan

“Kalau bawang putih saya pikir aman kita. Tapi untuk bawang merah sama cabai ini yang menjadi perhatian kita. Termasuk telur, daging, dan sebagainya. Bisa jadi nanti daging ayam berlebihan di Lobar bisa kita bawa ke Lotim,” katanya.

Diharapkan kerja sama ini tidak hanya dalam upaya pengendalian inflasi, tapi juga di sektor lainnya seperti pariwisata. Mengingat pariwisata Lobar diakui sangat berkembang.

Sementara itu, Wakil Bupati Lobar Nurul Adha menyampaikan, setelah penandatanganan ini akan ditindaklanjuti oleh para OPD terkait sehingga distribusi kebutuhan pangan sama-sama tercukupi dan inflasi bisa dikendalikan.

Baca Juga: Wali Kota Mataram Petik Hasil Panen Perdana Cabai Pengendali Inflasi di BPP

“Dalam bidang hortikultura, kita punya manggis, ini mungkin nanti bisa kita tukar. Kalau bisa ada nanti kesepakatan juga, misalnya kita ingin ekspor,” jelasnya.

Kata dia, sejauh ini yang kerap menjadi masalah di Lobar adalah ketersediaan cabai dan bawang merah yang kerap menjadi penyumbang inflasi di Lobar.

Apalagi, kata dia, ketika musim-musim tertentu, seperti saat musim hujan, mengakibatkan tanaman petani banyak yang mati. Dengan adanya kerja sama ini, persoalan cabai dan bawang diharapkan bisa diatasi di berbagai musim.

Baca Juga: Kemenkum NTB Harmonisasi Raperwal Kendali Pasokan Pangan untuk Tekan Inflasi Mataram

“Kerja sama kita dengan Lotim sebenarnya sudah ada sebelumnya. Tapi sempat terputus sehingga kita sambung kembali hari ini. Mudah-mudahan setelah ini inflasi kita lebih aman terkendali pada masa-masa tertentu,” katanya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Inflasi Lobar Cabai hortikultura Lotim