5.182 Warga di Lombok Timur Diperiksa, 442 Positif TBC

Supardi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:59 WIB
TRACING TBC: Masyarakat Desa Sajang saat mengikuti kegiatan tracing TBC di kantor Desa Sajang.
TRACING TBC: Masyarakat Desa Sajang saat mengikuti kegiatan tracing TBC di kantor Desa Sajang.  

 

LombokPost-Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) mencatat 442 orang positif tuberkulosis (TBC) dari 5.182 warga yang telah menjalani tracing sejak Juli lalu.

Program tracing ditargetkan menjangkau 196 desa untuk mempercepat penemuan dan penanganan kasus TBC.

“Jadi 196 desa ini kita minta menghadirkan 100 orang yang memiliki risiko tertular TBC,” terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi, Jumat (2/10).

Dari 196 desa yang menjadi lokasi tracing TBC di Lotim, hingga saat ini sebanyak 50 desa telah dikunjungi tim tracing.

Dengan adanya tracing ini diharapkan lebih banyak penderita TBC yang dapat ditemukan agar bisa segera tertangani.

Baca Juga: Dua Desa di Sembalun Jadi Lokasi Tracing TBC

Tidak hanya penanganan kepada pasien, pihaknya juga fokus kepada keluarga maupun orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien untuk diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) agar TB tidak berkembang biak.

“Kasus TBC di Lotim kita harapkan betul-betul bisa terkontrol dengan baik, kemudian pasiennya bisa kita terapi sampai tuntas. Sehingga TB ini bisa dieliminasi di tahun 2030,” katanya.

Untuk mengeliminasi TBC membutuhkan kerja keras dan kerja sama dari semua pihak. Mulai dari puskesmas, camat, desa, hingga kader posyandu. Terlebih, TBC ini menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Lombok Barat Genjot Tracking Kasus TBC

Aries menegaskan, masyarakat tidak perlu malu-malu dan takut untuk memeriksakan diri di setiap layanan kesehatan karena pemeriksaan dan penanganan TBC gratis di semua puskesmas di Lotim.

“Insya Allah, semua puskesmas di Lotim sudah siap melayani masyarakat melakukan pemeriksaan dan penanganan TBC, kita juga siapkan obat-obat penderita TB,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim Tracing TBC Dinas Kesehatan Lotim Lalu Muhammad Anshori menyampaikan, ada beberapa kriteria yang dilakukan tracing TBC, yakni masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, kelompok berisiko yang meliputi perokok, penghuni lapas, santri di pesantren, penderita hipertensi, serta penderita diabetes melitus (DM).

Baca Juga: 6.631 Kasus Baru TBC Ditemukan di NTB

“Penentuan desa lokus tracing dilakukan dengan melihat jumlah kasus TBC berdasarkan data Januari hingga Juli. Sehingga dari 254 desa di Lotim, hanya 196 desa yang masuk sebagai lokus tracing,” katanya.

Dirinya berharap, dengan adanya tracing TBC ini semakin banyak masyarakat terindikasi TBC yang ditemukan sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal dan tidak mengakibatkan kondisi pasien semakin parah.

“Banyak kasus kematian akibat TBC itu terjadi karena pasien terlambat datang ke faskes, putus obat, tidak konsisten, atau tidak ada pendamping,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
positif TBC Dikes Lotim tracing TBC