LombokPost-Sebanyak 158 pejabat administrator, pengawas, dan kepala puskesmas di Lombok Timur (Lotim) dilantik. Pelantikan ini diharapkan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih terjadi di Lotim.
“Saya berharap pelantikan ini semua dapat menerimanya dengan tulus, ikhlas, dan penuh rasa tanggung jawab,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Jumat (16/10).
Ditegaskan, jabatan bukan sekadar penghargaan maupun kedudukan. Tapi jabatan adalah amanah yang harus dijalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang melekat, demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Baca Juga: Pemkot Bima Minta 26 Mitra SPPG Lindungi Relawan dengan BPJS
Saat ini, Lotim disebut masih memiliki banyak persoalan yang kompleks dan masalah-masalah yang belum bisa diselesaikan. Hal itu terlihat dari banyaknya masyarakat yang berteriak melalui media sosial karena tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.
“Sekarang masyarakat kita teriak di media sosial, karena belum mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan dari birokrasi kita,” tegasnya.
Salah satunya adalah pelayanan di bidang kesehatan. Masih ditemukan pelayanan di rumah sakit yang berbelit-belit terhadap masyarakat miskin yang datang berobat menggunakan BPJS Kesehatan maupun yang membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari desa.
Baca Juga: Pelantikan Pimpinan Tinggi Pratama, Estafet Kepemimpinan Kanwil Kemenkum NTB Berganti
Ia mengaku bingung terkait oknum petugas kesehatan yang masih mempersoalkan masyarakat yang berobat menggunakan BPJS Kesehatan maupun SKTM. Padahal, Pemkab Lotim telah mengalokasikan anggaran tidak kurang dari Rp 134 miliar setahun untuk membayar iuran BPJS.
“Padahal nyata-nyata masyarakat itu membawa SKTM, masih juga dipersoalkan, masih juga dipertanyakan. Mereka itu tidak gratis, justru mereka lebih awal bayar. Yang bayar pemerintah,” tegasnya.
Dia mempertanyakan di mana hati dan rasa iba para petugas kepada masyarakat yang minta tolong dengan membawa SKTM untuk berobat, tapi mendapat pelayanan yang tidak bagus dari rumah sakit.
Baca Juga: Pelantikan Kepala Sekolah Mataram Dikebut, CKS Diminta Segera Lengkapi Berkas
“Kalau orang sudah masuk di UGD, itu tandanya dia sakit, dia butuh perhatian, butuh pelayanan, butuh segera untuk ditangani. Tapi yang terjadi apa? Mereka tanya kiri kanan dulu baru ditangani,” tegasnya.
Dia menekankan, pejabat harus punya inisiatif dan tidak menunggu perintah maupun teguran dulu baru mau bekerja. Pejabat harus paham dengan tugas dan tupoksi masing-masing.
“Orang-orang yang dilantik hari ini adalah orang-orang yang dipercaya. Untuk itu kami minta agar bisa memegang kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Lalu Aries Fahrozi menambahkan, selama ini pihaknya selalu menekankan kepada semua nakes, baik di puskesmas maupun rumah sakit, untuk mendahulukan pelayanan. Persoalan administrasi urusan belakang.
“Jika memang ada yang sengaja tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, tentu kita akan berikan sanksi secara objektif. Pasti kita akan memberikan sanksi sesuai dengan regulasi,” katanya.
Pihaknya juga rutin melakukan evaluasi setiap dua minggu sekali untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lotim. Setiap keluhan masyarakat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk menjadi lebih baik lagi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post